Sekelompok Wahabiyang menyebut dirinya sebagai "Penolong Agama" berhasil mengkontrol belahan utara Mali. Mereka merusak berbagai bangunan reliji bersejarah seperti masjid-masjid dan tempat-tempat ziarah yang kerap dikunjungi oleh Muslimin setempat.
Beberapa saksi mata mengatakan: "Kami melihat segerombolan Wahabi menyerang Masjid Sayid Yahya dan mendobrak pintu-pintunya. Padahal tidak satu orang pun berhak untuk membuka pintu-pintu itu."
Sejak empat bulan yang lalu para pemberontak Wahabi menguasai Mali Utara. Sejak waktu itu juga mereka mulai merusaki tempat-tempat peribadatan yang dijunjung oleh Muslimin Mali karena alasan syirik. Wahabi adalah orang-orang yang menganggap ziarah kubur sebagai bid'ah dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Sumber: arte.tv