Di awal lokakarya, wakil Organisasi Budaya dan Hubungan Islami, Mansour E’tesami menekankan diperlukannya perhatian yang lebih besar terhadap proses inti dari aktivitas tabligh Quran internasional juga keberlangsungan aktivitas tabligh di dalam dan luar negeri. Hal ini menjadi tema dari lokakarya tersebut.
Hojat-ol-Islam Mohsen Qara’ati dalam pidatonya menekankan agar para mubaligh menyampaikan wahyu Ilahi dengan penjelasan yang indah kepada para pendengar.
Dia juga menekankan perlunya niat yang tulus dari para mubaligh, menyiapkan materi yang sesuai serta menghindarkan diri dari sekedar menjalankan kewajiban dalam penyampaian khotbah, bimbingan dan dialog keagamaan.
Hojat-ot-Islam Qara’ati saat membagi pengalaman tablighnya di dalam dan luar negeri mengungkapkan bahwa perilaku dan kinerja mubaligh memberikan pengaruh terbesar pada proses tabligh. Ia mengatakan “Mubaligh dalam tabligh tidak lebih dari sebuah media, hanya Allah yang Maha Tinggi yang bisa membuka hati manusia”.
Dalam lokakarya tersebut juga diselenggarakan pameran produk – produk dan buku – buku dari berbagai lembaga pengajaran Quran untuk digunakan oleh para mubaligh.
Organisasi Budaya dan Hubungan Islami berencana mengirimkan 58 pengkhotbah ke 39 negara selama bulan suci Ramadhan.
1053062