Metode tersebut digunakan untuk mengajarkan materi-materi tafsir Al-Qur'an untuk para lansia tuli yang tinggal di Ghaza. Sektiar 200 peserta hadir dalam kelas-kelas tafsir dengan bahasa isyarat ini.
Selain itu, pusat-pusat pendidikan Qur'ani di Ghaza juga mengadakan training pengajaran tafsir dengan metode tersebut kepada para guru Qur'an setempat untuk dipraktekkan di seluruh penjuru Palestina.
Untuk pertama kalinya proyek pengajaran dengan metode tersebut dimulai oleh Yayasan Syaikh Ied bin Muhammad Ali Tsani di Qatar.
Berdasarkan laporan berita ini, ada sekitar 10 juta tuna rungu di dunia Islam, yang mana 10 ribu di antaranya berada di Ghaza.
Sumber: Aljazira
1056638