IQNA

19:10 - November 27, 2015
Berita ID: 3457464
Termasuk ganjalan-ganjalan tentang kesyahidan Edoardo adalah sama sekali tidak dilakukan penelitian mendetail tentang cara-cara pembunuhannya.

Tekanan-tekanan pada Edoardo

Husein Abdullahi, salah seorang teman karib Edoardo dari Iran menyebut tekanan-tekanan yang terjadi pada temannya ini dari pihak keluarganya adalah hal yang tidak dapat dipercaya. Ia mengatakan, Edoardo berada di bawah tekanan ekonomi. Keluarga Agnelli telah mengembargonya secara mutlak, sampai-sampai dia tidak memiliki uang meski hanya sekedar untuk naik mobil angkot.


Husein mengatakan, suatu hari kami pergi besama Edoardo ke perwakilan maskapai Iran Air di Italia untuk membeli tiket perjalanan ke Iran. Staf Italia perusahaan Iran Air mengatakan, saya tidak dapat membelikan tiket untuk Edoardo. Setelah debat akhirnya jelas bahwa sekretaris ayah Edoarto telah menghubungi staf tersebut dan memerintahkan supaya tidak memberikan tiket untuk Edoardo.
Dr Ghadiri Abyaneh menuturkan bahwa keluarga Agnelli sangatlah sulit untuk mengatakan bahwa anak Agnelli telah memeluk Islam, sementara negara Italia adalah pusat Kristen Katolik. Dengan demikian, Edoardo ditekan supaya meninggalkan Islam. Mereka mengembargo dan mengancam untuk tidak memberikan warisan, bahkan mereka tidak memberikan warisan, namun dia tetap tidak mau melepaskan Islam, dan ini dengan sendirinya telah menolak kemungkinan bunuh dirinya, karena dia telah merelakan milyaran dollar kekayaannya hanya demi menjaga agamanya, bagaimana mungkin dengan keyakinan kokoh terhadap Islam semacam ini akan melakukan bunuh diri, yang telah diharamkan dalam Islam?

Bunuh Diri ataukah Syahid?
Edoargo, sebagai pewaris terbesar kekayaan Italia dan keturuan Agnelli sangat mengetahui dengan baik tentang rahasia-rahasia negara dan organisasi-organisasi mafia dan Zionis dan sekarang ini, dengan mualafnya dan dukungannya terhadap revolusi Islam maka sangatlah berbahaya; terlebih-lebih aktif menentang Salman Rushdie di Italia, mengecam kejahatan Zionis di Palestina terjajah dan melakukan kontak dengan Perdana Menteri dan Presiden Italia dalam masalah ini. Dia juga khawatir akan penyalahgunaan Zionis dan mengatakan kepada atase pres Iran di Italia bahwa mereka pada akhirnya akan membunuhnya karena telah memeluk Islam dan menyatakan bunuh diri, kecelakaan, atau terserang penyakit.
* Termasuk ganjalan-ganjalan tentang kesyahidan Edoardo adalah sama sekali tidak dilakukan penelitian mendetail tentang cara-cara pembunuhannya. Jasadnya tidak diotopsi dan menunjukkan kematiannya sebagai bunuh diri. Bahkan sebelum polisi mengumumkan secara resmi akan kematiannya sebagai bunuh diri, namun sebagian surat kabar telah memberitakan kabar bunuh diri anak pemilik perusahaan Fiat dan mendorong opini publik supaya berfikir bahwa dia telah melakukan bunuh diri.
* Penyensoran ketat tentang mualaf, keyakinan dan bahkan lawatannya ke Iran pasca kematian Edoardo.
Komentar surat kabar Iran, khususnya Himpunan Islam Alumnus Italia tentang kemungkinan pembunuhan Edoardo sama sekali tidak ada respon. Sementara keluarga Agnelli termasuk salah satu keluarga besar Italia dan komentar sekecil apapun akan direspon dengan cepat, sampai-sampai Perdana Menteri Italia berbelasungkawa atas kematian Edoardo dan sebelum pertandingan Italia dan Inggris, stadion mengheningkan cipta satu menit guna menghormatinya.
Demikian juga, setelah kematian Edoardo, seluruh dokumen dan bukti-bukti tentang aktivitas dan beografinya dikumpulkan dan bahkan film dokumenter yang dibuatnya dan ada dalam cannel arsip 1 Italia telah dihapus dari arsip cannel tersebut.
* Beberapa tahun setelah kematian Edoardo, salah seorang teman karibnya bernama Luca Gaetani Lovatelli juga terbunuh dengan skenario yang sama. Dia adalah teman karib Edoardo dan datang ke Iran bersamanya dan memeluk Syiah di Iran. Luca juga termasuk keluarga terhormat Italia. Ayahnya bernama Montalcino, yang terkenal dengan Raja Minum Italia dan keluarganya termasuk keluarga terpandang negara ini. Dengan melihat nasib yang mirip dengan Edoardo, salah satu taktik “Bunuh Diri”, termasuk salah satu taktik utama untuk menghilangkan remaja semacam ini, yang tidak mau tinggal dalam kebodohan.
* Marco Bava, salah seorang teman karib Edoardo yang protes tentang cara penanganan kasus Edoardo. Dia menulis sebuah surat kepada Dewan Tinggi Pengadilan Italia pada tahun 2001 dan disitu dengan mengkritik kinerja penanganan kasus Edoardo, juga mencari sebab tidak menggunakan peran pengganti pembunuhan untuk mereka ulang adegan bunuh diri. Menurutnya, bukti-bukti yang ada tentang baju dan sepatu Edoardo tidak menegaskan tentang bunuh diri. Demikian juga dia tidak menerima karena tidak dilakukan otopsi.

 Edoardo (Mahdi) Agnelli saat melakukan salat jumat di Teheran 

3453528

Kunci-kunci: Tokoh
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\