IQNA

Wawancara IQNA dengan Kaligrafer Berita Belgia:
10:03 - February 26, 2016
Berita ID: 3470186
BELGIA (IQNA) - Di Barat, semua muslim digambarkan sebagai sebuah komunitas terpadu, gambaran Barat tentang dunia Islam adalah holistik dan negatif, namun sejatinya dunia Islam, luas dan kompleks dan dari satu tempat ke tempat lain sangatlah beragam.

François Struzik, fotografer berita negara Belgia, dimana pameran galerinya sedang diselenggarakan dengan topik Lawatan Suci di Pakistan, dengan menerangkan hal tersebut saat wawancara dengan IQNA, menambahkan, saya berupaya menunjukkan hakikat ini kepada masyarakat bahwa dunia Islam sangatlah luas dan kaum muslimin memiliki skala ideologi dan perilaku yang sangat luas.

Menurutnya, pameran lawatan suci diselenggarakan dengan tujuan menunjukkan dimensi-dimensi baru tentang kehidupan kaum muslimin, sehingga melawan gambaran-gambaran keliru di Barat yang ditunjukkan tentang kaum muslimin.

François Struzik mengatakan, untuk pertama kali 10 tahun lalu saya mengenal Islam dan kaum muslimin di Kashmir dan pelbagai titik Pakistan. Saya tidak tahu apapun tentang dunia Islam dan bagiku, konfrontasi ini sangatlah menakjubkan. Saya tahu bahwa masyarakat memiliki corak hidup beragam, namun poin paling menarik bagi saya adalah pemikiran dan anggapan mereka akan kehidupan, benar-benar berbeda. Hal ini menarik minat saya. Saya tidak mau menghukumi dan tidak memulai berfikir seperti mereka, saya hanya mau melukiskan cerita mereka.

"Cerita pribadi pertama saya "Kesedihan di Kashmir” yang menuturkan perbedaan mendalam pandangan individu dan sosial masyarakat daerah ini terhadap peristiwa kematian,” lanjutnya.

Apa yang diperlihatkan dalam media-media Barat tentang kaum muslimin dengan teks kehidupan mereka memiliki banyak perbedaan. "Saya tahu bahwa keragaman individu dalam masyarakat muslim seperti semua komunitas-komunitas lainnya. Di dunia Barat, semua muslim digambarkan sebagai satu masyarakat satu bentuk dan terpadu, namun sejatinya dunia Islam, luas dan kompleks dan dari satu tempat ke tempat lain sangatlah beragam dan kaum muslimin memiliki skala ideologi dan perilaku yang sangat luas,” ucapnya.

Struzik mengatakan, konflik-konflik dalam dua dekade terakhir telah menimbulkan dampak yang sangat buruk terhadap gambaran dunia Islam, sampai-sampai ironisnya dikategorikan sebagai sebuah ancaman, namun ini tentunya muncul dari satu kebodohan pihak.

Seniman Belgia ini mengatakan, pameran lawatan suci adalah sebuah pandangan solid akan kerja-kerja saya pada 10 tahun lalu. Pameran ini diselenggarakan di Jerman, Belgia dan sekarang ini di Pakistan. Lawatan suci sejatinya lawatan ke satu dunia kebudayaan lain dengan fokus terhadap spiritualitas dan juga menunjukkan pelbagai dimensi lain kehidupan pribadi masyarakat, yang ada di bawah pengaruh mazhab.

"Sebagaimana yang telah saya katakan, saya dalam lukisan ini hanya ingin menunjukkan apa yang tersirat di masyarakat yang tinggal di kawasan-kawasan ini dalam dunia kebudayaan yang kompleks. Bahkan saya sebenarnya tidak ingin menunjukkan perbedaan-perbedaan tersebut, namun saya meminta pengunjung agar merasakan kedekatan dengan masyarakat yang ada di dalam lukisan-lukisan tersebut dan merasakan empati dengan sejenisnya,” imbuhnya.

Struzik mengatakan, para fotografer berita dan secara global para cendekiawan memiliki kewajiban moral, agar berupaya untuk kebaikan publik. Dengan bertolak bahwa saya memiliki kesempatan untuk bertemu dengan masyarakat di pelbagai tempat dan kemungkinan saya mengenal mereka dengan lebih baik, maka saya berkewajiban untuk menunjukkan bahwa dunia sangatlah kompleks dan berlapis-lapis dan biasanya gambaran-gambaran dalam bentuk yang marak tentang budaya-budaya lain sangat salah dan semestinya sekali lagi kita memiliki pandangan lain tentang mereka dan kita mulai memikirkan dari awal tentang mereka.

"Karenanya, saya piker, saya harus melanjutkan kinerja saya dan menunjukkan bahwa kami manusia sekarang ini banyak memiliki hal-hal yang harus dibagikan bersama-sama,” tegasnya.

Galeri-galeri lawatan suci tersebut tentang kaum muslimin Kosovo, Maroko, India, Kashmir, Bangladesh dan Pakistan. "Alasan gambar-gambarnya hanya dari negara-negara tersebut, sebagaimana yang telah saya katakana bahwa saya sedang menyiapkan buku tentang tasawwuf, dimana hal ini telah menyeret saya ke negara-negara tersebut. Namun, saya telah melakukan lawatan ke negara-negara lainnya, seperti Yordania, Suriah, Maroko dll, untuk menyiapkan gambar-gambar untuk berita dan lembaga LSM. Di masa mendatang saya juga akan pergi ke Aljazair, Turki dan India untuk memublikasikan buku saya,” ucapnya.

Lebih lanjut, Struzik mengatakan, kaum muslimin kurang lebih telah membentuk 6% pupulasi Belgia, dimana umumnya mereka adalah Maroko dan keturunan Turki dan baru-baru ini para imigran juga telah menambah populasi mereka.

Dia menambahkan, sejak insiden 11 September dan setelahnya, sejak masa munculnya ISIS dan gelombang serangan ke tanah Eropa, opini-opini tentang Islam sangatlah negative, khususnya di tengah-tngah masyarakat umum, yang menganggap Islam sebagai sebuah ancaman. Dengan ini, banyak sekali para cendekiawan, aktivis sosial, para penulis dan aktivis masyarakat madani dan lembaga LSM dan bahkan sebagian politik dengan gamblang menegaskan bahwa masalah ini tidak ada kaitannya dengan Islam.

"Untungnya hari-hari ini – meski kita menempuh jalan panjang – semakin banyak orang-orang berbakat dari kalangan muslim yang sukses di tempat-tempat kerja umum dan ini dapat merubah cara pandang masyarakat kita tentang muslim,” lanjut Struzik.

François Struzik adalah kaligrafer Belgia, yang menekuni galeri-galeri berita secara handal selama 10 tahun; ia memiliki ijasah S2 kesusastraan dan ingin melanjutkan pendidikannya dalam jurusan ilmu politik.

Dia mengatakan, secara mendasar saya aktif dalam kancah sosial (hak-hak wanita dan anak-anak) dan masalah-masalah mazhab, namun selain itu di sepanjang perjalanan, saya juga mengirimkan gambar-gambar perjalanan tersebut untuk berita. Sekarang ini saya bekerjasama dengan lembaga LSM, berita, dan universitas dll, di samping ini semua, saya juga memiliki agenda-agenda pribadi jangka panjang, seperti menyiapkan buku gambar tentang tasawuf dalam dunia Islam. Saya aktif dengan slogan "Semata-mata Manusia” (www.simplyhuman.be), karena saya hendak menunjukkan dimensi humanitas manusia, terlepas dari konteks sosial yang mereka hidup dengannya. Saya hendak memperkenalkan cerita-cerita tak terungkap untuk manusia.

http://iqna.ir/fa/news/3477949

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\