
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Bahrain Mirror, Rashid bin Abdullah Al Khalifa, Menteri Negara Bahrain, Rabu (2/3), lewat pidatonya dalam pertemuan para menteri negara-negara Arab di Tunisia, yang memperkenalkan Hizbullan Lebanon sebagai kelompok teroris, mendiskreditkan mazhab Tasayyu’ dan para penganutnya.
Ia dengan tanpa melihat bahwa komunitas Syiah adalah populasi terbanyak Bahrain, menyebut mereka dengan pengikut orang-orang asing dan para penganut mazhab buatan.
"Kami akan menjaga masyarakat kami di hadapan segala bentuk mazhab buatan,” imbuhnya.
Rashid Al Khalifa lebih lanjut mengungkapkan, Bahrain tidak ikut campur dengan urusan selainnya dan tidak mengizinkan selainnya untuk ikut campur dalam urusannya.
Rashid bin Abdullah Al Khalifa sekali lagi mengulang tuduhan-tuduhan negaranya terhadap Iran dan mengklaim, intervensi Iran untuk sebagian negara-negara Arab sangatlah berbahaya dan Iran melakukan hal tersebut dalam beberapa poros.