IQNA

Psikiater Mesir:

80% Al-Quran adalah Pembahasan-pembahasan Akhlak

20:43 - March 07, 2016
Berita ID: 3470211
MESIR (IQNA) - Prof. Ahmed Okasha dengan menegaskan urgensitas inovasi metode tafsir Al-Quran mengungkapkan, 80% ajaran-ajaran kalam wahyu Ilahi terdiri dari nilai-nilai dan moral.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari vetogate, Prof. Ahmed Okasha, psikiater populer Mesir dan Anggota Dewan Direksi Majelis Ulama negara ini saat wawancara dengan program TV Shalat al-Tahrir, yang ditayangkan lewat cannel satelit Sada el-Balad, dengan mengisyaratkan hal tersebut mengatakan, kaum muslimin harus mengambil tauladan cara hidup Rasulullah (Saw), bukan era beliau.

Dalam menjelaskan hal ini ia mengatakan, misalnya wanita tidak mengajar di era Nabi; dengan demikian nash Al-Quran harus dipahami dan tidak harus merubahnya dengan bersandar pada era Rasulullah (Saw).

"Metode-metode tafsir dan takwil Al-Quran yang sekarang ini dipakai tidak selaras dengan kondisi dan tuntutan-tuntunan masa kini dan metode ini membutuhkan modernisme dan revisi,” tegas Prof. Ahmed Okasha.

Lebih lanjut ia menjelaskan kebahagiaan dan kegembiraan manusia dalam perspektif Islam. "Kebahagiaan adalah sebuah proses rasional dan kekayaan serta harta benda bukanlah tolok ukur kebahagaian tersebut, manusia secara fitrah memiliki potensi kebahagiaan dan kegembiraan dan mereka terlahir ke dunia dengan potensi tersebut,” ucapnya.

Prof. Ahmed Okasha menambahkan, Islam adalah satu-satunya agama bagi manusia dan 80% ajaran-ajaran Al-Quran terdiri dari nilai-nilai dan moral.

Anggota Dewan Direksi Majelis Ulama Mesir ini dengan mengisyaratkan Islam adalah agama rahmat, kasih sayang dan perdamaian mengatakan, kita saat ini membutuhkan pengetahuan tentang masalah cinta dan kecintaan terhadap kehidupan dalam perspektif fikih.

http://iqna.ir/fa/news/3481050

Kunci-kunci: mesir al-quran
captcha