
Menurut laporan IQNA, dinukil dari harian Time, Dunald Trump, kandidat terkemuka partai Republik dalam pemilu presiden Amerika dalam program Hadiah Islamofobia di kota London diperkenalkan sebagai potret Islamofob tahun 2016.
Program hadiah Islamofobia adalah sebuah program satir, yang diselenggarakan oleh organisasi HAM Islam London.
Massoud Shadjareh, ketua organisasi HAM Islam London mengatakan, sangat buruk sekali jika setiap orang dapat mengetengahkan pembicaraan fanatisme, congkak dan kebencian semacam ini; namun yang lebih buruk lagi dari itu adalah ketika banyak orang yang memberikan suara guna mendukungnya.
Rival Trump, Geert Wilders, politikus sayap kanan ekstrem dan Islamofob Belanda dan juga negara Tajikistan meraih hadiah Islamofob tahun 2016, karena meluncurkan sebuah kampanye "Pemberantasan Islam Konservatif”.
Sementara David Cameron, Perdana Menteri Inggris juga karena statemennya tentang wanita muslimah dan tidak terkaitnya bahasa Inggris para muslimah dengan pendidikan keturunan para ekstrem mendapatkan hadiah Islamofobia di negara ini.
Organisasi HAM Islam London mengumumkan bahwa program hadiah Islamofobia diselenggarakan dengan tujuan melawan Islamofobia lewat satir dan program-program kritikan.
Organisasi ini mengintroduksikan, Islamofobia adalah sebuah masalah baru dan penting, dimana kami hendak mengkajinya secara kreatif.
http://iqna.ir/fa/news/3481130