
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Bernama, Muhammad Lutfi, direktur sekolah Samanmiyyat Wittaya, di kota Narathiwat memulai agenda pengumpulan naskah-naskah kuno Al-Quran dan buku-buku Islam lainnya.
Dia mengatakan bahwa sejak dua tahun lalu sekolah tersebut telah berubah menjadi pusat pengumpulan buku-buku.
"Mushaf-mushaf Al-Quran ini diwariskan dari para pendahulu kami dan sebagian darinya didatangkan dari Yaman, Arab Saudi dan Indonesia,” ucap Lutfi.
Ia manambahkan, salah satu Al-Quran tersebut milik Yaman, yang ditulis pada tahun 1634.
Lutfi melanjutkan, kami hendak mengumpulkan mushaf-mushaf bernilai Al-Quran ini, yang ada pada masyarakat setempat.
"Sebagian naskah-naskah Al-Quran ini dalam kondisi yang sangat bangus dan sebagian lainnya juga mengalami kerusakan dalam sebagian tempat dan dikarenakan tipisnya maka hanya dapat disentuh dengan menggunakan sarung tangan. Al-Quran ini harus disimpan di tempat penyimpanan tanpa udara sehingga kelembapan tidak menyebabkan banyak kerusakan.
Menurut penuturan Muhammad Lutfi, 74 naskah Al-Quran yang diperbaiki oleh para pakar Turki, sekarang ini disimpan di sebuah kamar khusus di sekolah tersebut dan 29 naskah lainnya juga sedang dipermak.
"Pemermakan naskah berkisar dari delapan sampai satu tahun, tergantung kondisinya,” ucapnya.
Lebih lanjut Lutfi mengatakan, dalam rangka menjaga naskah tersebut, kementerian budaya Thailand sedang menjalin kerjasama dengan pemerintah Turki guna mendirikan sebuah museum warisan Islam di sekolah tersebut. Diprediksikan museum tersebut akan rampung pada tahun mendatang.
Lutfi menambahkan, saya harap museum tersebut berubah menjadi salah satu markas pengembangan warisan Islam di negara, yang tidak hanya memikat kaum muslimin kawasan, bahkan seluruh penjuru dunia.
http://iqna.ir/fa/news/3481277