
Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Noon Press, para qori pelbagai negara dunia untuk berpartisipasi dalam kompetisi internet Al-Quran ini, yang diselenggarakan oleh Bahrain pada bulan mendatang, pertama-tama melakukan pendaftaran di situs musabaqoh, https://www.quran.bh/ar/home dan selanjutnya setelah memasukkan informasi pribadi dan email, kemudian mengirimkan file suara atau gambar tilawahnya kepada para pengurus penyelenggara musabaqoh tersebut.
Komite dewan juri dari dalam dan luar negeri Bahrain akan mengevaluasi tilawah para partisipan dan list nama-nama qori yang mendapatkan nilai baik (90% nilai) dalam bagian tajwid akan dipublikasikan dalam situs internet tersebut supaya masyarakat membeirkan pendapat tentang mereka.
Satu orang qori yang mendapatkan banyak pendapat dalam kompetisi ini akan dipilih sebagai qori terbaik dana akan mendapatkan penghargaan dalam sebuah acara.
Saat ini, 80 qori dari seluruh penjuru dunia telah mendapatkan peringkat lazim dan nama-nama mereka telah dipublikasikan guna meraih gelar Qori Terbaik dan pilihan dilakukan oleh masyarakat di situs internet musabaqoh, https://www.quran.bh/ar/competitors/first-stage-qualifiers.
Ditetapkan, bulan April mendatang 5 orang diperkenalkan sebagai para juara terbaik; namun di akhir, seorang qori yang mendapatkan pendapat terbanyak lewat polling masyarakat akan menyabet juara pertama qori dunia dan diperkenalkan sebagai qori terbaik.
Musabaqoh ini diselenggarakan dengan tujuan mensuport pelbagai tingkat masyarakat untuk mendengarkan lantunan Al-Quran dan interaksi lebih dengan kitab Ilahi ini dan bertolak bahwa juara terbaik musabaqoh ini dipilih dengan pendapat masyarakat, maka dinamakan juga dengan qori pilihan masyarakat.
Muadz Ayat al-Ain, qori 19 tahun Maroko juga berpartisipasi untuk mendapatkan gelar tersebut.
Ia yang belajar dalam jurusan studi Islam kota Casablanca, menyebut tujuan partisipasi musabaqoh ini adalah meraih hadiah tunai kompetisi untuk membantu orang-orang fakir dan membutuhkan serta meraih kebanggaan untuk negaranya.
Muadz Ayat al-Ain sampai saat ini telah meraih hadiah dalam musabaqoh internasional dan nasional Al-Quran.
Ia juga menyabet juara pertama dalam musabaqoh potensi tajwid Al-Quran, cannel 2 TV Maroko.