IQNA

Mufti Mesir:

Kami Mengintegrasikan Komunitas Syiah untuk Menolak Ekstremisme

8:36 - April 04, 2016
Berita ID: 3470278
MESIR (IQNA) - Dr. Syauqi ‘Allam, Grand Mufti Mesir menghimbau integrasi dan penciptaan hubungan baik dengan komunitas Syiah untuk menolak terorisme dan menegaskan urgensitas melawan aktivitas individu dan kelompok-kelompok ekstrem dan radikal.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari Al-Watan, Dr. Syauqi ‘Allam mengatakan, Dar al-Fatwa Mesir senantiasa meminta integrasi, koeksistensi, toleransi dan menentang perpecahan dan kekerasan di kalangan umat.

"Demikian juga, kami menghimbau integrasi dan hubungan baik dengan komunitas Syiah dan pelarangan aktivitas individu ekstrem dan radikal di setiap kedua mazhab, Syiah dan Ahlusunnah sampai terinstitusionalisasikan kekompakan wacana yang menolak radikalisme dan terorisme serta mengharamkam penumpahan darah dan peperangan antar para penganut pelbagai agama,” imbuhnya.

Dr. Syauqi ‘Allam menjelaskan, termasuk prioritas kami adalah kerjasama bilateral dengan komunitas Syiah untuk melarang pelaksanaan aksi-aksi sektarian pasca instabilitas keamanan negara.

Grand Mufti Mesir di bagian lain mengisyaratkan penyelenggaraan konferensi tahunan yang mengkaji masalah-masalah terkait fatwa dengan topik tarbiah ilmiah dan rekonsiliasi fatwa khusus para imam masjid minoritas muslim di Mesir dan mengatakan, konferensi ini diselenggarakan dengan tujuan membantu dan menolong umat Islam dalam naungan tantangan-tantangan yang dihadapinya.

"Termasuk program lain Dar al-Fatwa Mesir adalah pengiriman sebagian karavan untuk menjelaskan fatwa-fatwa bersama di beberapa negara dunia,” imbuhnya.

Dr. Syauqi ‘Allam mengintroduksikan, demikian juga sekretariat Dar al-Fatwa Al-Azhar Mesir dengan kerjasama minoritas muslim seluruh penjuru dunia berupaya meluncurkan satu situs multi bahasa, yang dengan hal ini akan dapat menyiapkan komunikasi dengan banyak orang di pelbagai tingkat dunia.

Grand Mufti Mesir menjelaskan, disamping mengetengahkan ulasan sebagian fatwa dan tanya jawab, situs ini juga akan mengetengahkan riset dan makalah-makalah dalam menolak ideologi ekstremisme.

"Di antara program-program lain sekeratiat Dar al-Fatwa Mesir adalah penerbitan jurnal ilmiah dengan topik Markas dan lembaga-lembaga yang mengeluarkan Fatwa di Dunia, dan jilid pertama jurnal ini akan dipublikasikan pada bulan ini, dengan beberapa bahasa dan mengetengahkan riset-riset ilmiah dari pelbagai negara dunia,” imbuhnya.

Grand Mufti Mesir memperkenalkan integrasi dan hubungan baik dengan komunitas Syiah sebagai salah satu solusi penting untuk melawan radikalisme dan terorisme, dimana Syaikh Al-Azhar dan sebagian para ulama markas Islam Al-Azhar sebagai lembaga religi Ahlusunnah terbesar sesekali mempertanyakan ideologi dan ajaran-ajaran tasayyu’ dan menuduh Syiah dan republik Islam Iran telah menyebarkan pengaruh tasayyu’ di negara-negara komunitas Ahlusunnah.

Demikian juga, saat ini fraksi muqawama Islam Lebanon dan mobilisasi masyarakat Irak sebagai dua fraksi Syiah dalam barisan melawan kelompok terorisme secara praktis dan Ayatullah al-Udzma Sistani, marja tinggi Syiah mengeluarkan fatwa jihad Kifayah melawan takfiri.

http://iqna.ir/fa/news/3485425

Kunci-kunci: mesir %2c al-azhar
captcha