IQNA

Disela-sela Musabaqoh Internasional Al-Quran Mesir; Dari Kompetitor Terkecil sampai Upaya untuk Menghidupkan Pariwisata

6:46 - April 14, 2016
Berita ID: 3470306
MESIR (IQNA) - Musa Abu Hanafi, kompetitor delapan tahun dari negara Indonesia dan hafiz seluruh Al-Quran adalah partisipan terkecil dalam musabaqoh internasional Al-Quran Mesir ke-23.

Menurut laporan IQNA, seperti dikutip dari al-Dastour, musabaqoh internasional Mesir ke-23 dimulai pada Minggu (10/4), di kota pariwisata dan semenanjung Sharm el-Sheikh dan kurang lebih 80 kompetitor dari 60 negara dunia hadir dalam musabaqoh tersebut dan 12 juri internasional Al-Quran dari negara Mesir, Arab Saudi, Bahrain, Nigeria, Oman dan Chad mengemban penjuriannya.

Musa Abu Hanafi, kompetitor asal negara Indonesia yang berumur 8 tahun merupakan partisipan terkecil dalam musabaqoh internasional Al-Quran Mesir ke-23 dan hafiz seluruh Al-Quran dan sebagian buku-buku hadis.

La Ode Abu Hanafi, ayah kompetitor cilik Indonesia mengatakan, ini adalah partisipasi yang pertama kali akan diikuti oleh anak saya dalam musabaqoh internasional Al-Quran Mesir, sebelumnya ia hadir dalam musabaqoh Al-Quran Jeddah, Arab Saudi pada tahun 2014 M.

Demikian juga, Ala Amr Khalil, kompetitor 9 tahun propinsi Al-Buhayrah; Bilal Muhammad al-Sayyid, 10 tahun dari propinsi Kafr al-Shaikh; Ahmad Yasri Muhammad di jurusan ketiga dan kelompok umur di bawah 12 tahun dari propinsi Al-Ismailiyyah; Abdullah Alauddin dari propinsi al-Fayoum; Abdul Mun'im al-Qashrawi dari propinsi Al-Buhayrah di jurusan pertama dan kelompok umur di bawah 25 tahun merupakan para delegasi Mesir dalam musabaqoh tersebut.

Dalam hal ini, Ismail al-Rawi, delegasi Kementerian Wakaf Mesir di propinsi Sinai Selatan menegaskan, para juri musabaqoh ini sangat komitmen dengan penjurian ketidakberpihakan, dan juri akan menilai dengan sangat teliti.

"Kementerian Wakaf membuat tolok ukur khusus untuk menilai para kompetitor, sehingga tidak ada lagi perselisihan dan pertanyaan-pertanyaan musabaqoh dibagikan secara elektronik dan lewat bank pertanyaan di tengah-tengah para partisipan," imbuhnya.

Wakaf Mesir tahun ini memulai propaganda besar-besaran untuk musabaqoh tersebut dan para penanggung jawab penyelenggaraan musabaqoh senantiasa mengatakan tingkat tinggi kompetisi dan kompetitor, yang menurut penuturan para qori terkemuka Mesir seperti Muhammad Abdul Wahhab Tantawi, tidak adanya delegasi Iran dalam musabaqoh tersebut telah mengurangi kadar kompetisi dan para qori Iran merupakan para qori terbaik dunia dan delegasi Iran dalam musabaqoh internasional Al-Quran di pelbagai negara dunia senantiasa berhasil meraih juara terbaik.

Disela-sela Musabaqoh Internasional Al-Quran Mesir; Dari Kompetitor Terkecil sampai Upaya untuk Menghidupkan Pariwisata

Upaya Mesir untuk Menghidupkan Pariwisata Sharm el-Sheikh dengan Penyelenggaraan Musabaqoh Al-Quran

Sharm el-Sheikh termasuk salah satu kota teluk dan pariwisata negara Mesir, yang setiap tahunnya menyambut banyak para pelancong, namun pasca instabilitas kepulauan Sina, sejumlah wisatawan kawasan ini mengalami penurunan drastis, dan Kementerian Wakaf Mesir tahun ini menyelenggarakan musabaqoh internasional Al-Quran di kawasan tersebut, dengan tujuan menghidupkan pariwisata kota ini.

Dalam hal ini, gubernur Sinai Selatan, Senin, memberikan program rekreasi untuk anggota komite dewan juri musabaqoh Al-Quran Mesir, yang terdiri dari 12 juri dari negara Oman, Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Nigeria dan Chad.

Para juri musabaqoh, Senin, disertai dengan Syaikh Ismail al-Rawi, delegasi Wakaf Mesir di Sinai Selatan mengunjungi kawasan-kawasan terumbu karang di kedalaman laut merah.

Disebutkan, musabaqoh internasional Al-Quran Mesir ke-23 dimulai Minggu (10/4), di auditorium pertemuan kota remaja, kota Sharm el-Sheikh, yang terletak di propinsi Sinai Selatan Mesir.

http://iqna.ir/fa/news/3487821

Kunci-kunci: mesir al-quran
captcha