IQNA

0:42 - July 12, 2016
Berita ID: 3470522
BANGLADESH (IQNA) - Pemerintah Bangladesh memutus pemutaran program cennal Peace TV, yang berafiliasi dengan Dr Zakir Naik, pemimpin salafi India, dengan tuduhan mendukung ekstremisme dan terorisme.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari harian Al-Quds Al-Arabi, pemerintah Bangladesh, Minggu (10/7) dengan mengeluarkan sebuah hukum melarang aktivitas cannel parabola Peace TV, yang ditayangkan dari Dubai, dikarenakan publikasi ekstremisme dan mensuport aktivitas teroris dalam bentuk mauizah dan pidato oleh Dr Zakir Naik, pemimpin salafi India.

Hasanul Hak Inu, menteri informasi Bangladesh terkait pelarangan penayangan program cannel TV salam mengatakan, sampai sekarang sudah banyak pengaduan tentang hal ini, namun pengambilan keputusan dalam hal ini membutuhkan banyak waktu.

Para pakar informasi Bangladesh berpendapat pidato-pidato ekstrem pemimpin ekstrem salafi ini menyebabkan provokasi dan serangan ke restoran-restoran Gulshan pada pekan lalu dan pembunuhan 22 orang.

Cannel ini memulai aktivitas medianya pada tahun 2011 dengan bahasa Benggala dan setelah populer dan banyak disukai di negara Bangladesh, akhirnya mendapatkan para pendukung di pelbagai penjuru dunia dengan terjemahan program-programnya dengan pelbagai bahasa.

Menurut media setempat, salah satu pelaku insiden teroris terbaru Dhaka, yang tewas dalam insiden tersebut termasuk para pendukung utama Dr Zakir Naik dan program dakwahnya di sosial media.

Amir Hossain Amu, menteri perindustrian Bangladesh juga dalam ceramahnya mengatakan, penayangan perihal perpecahan dan dukungan terhadap aktivitas-aktivitas ekstrems termasuk dalil pasti program cannel TV Salam.

Dr Zakir Naik, salah satu tokoh ekstrem dan pemimpin kelompok salafi India, yang dengan meluncurkan cannel TV Peace (Damai) dan markas riset Islam, telah memulai aktivitas besar-besaran untuk publikasi ideologi salafisme dan wahabi di India.

Para penyerang, Jumat, dengan menyerang ke restoran kawasan diplomatic Dhaka telah menewaskan 22 orang, diantaranya 17 tawanan asing.

Enam hari pasca hari raya Idul Fitri juga beberapa teroris menyerang pasukan keamanan Bangladesh dan tiga orang polisi tewas akibat lontaran granat.

Menteri negara Bangladesh juga mengumumkan pasukan keamanan negara ini memprediksikan hubungan Dr Zakir Naik, pemipin salafi dengan serangan teroris Dhaka.

Asaduzzaman Khan, menteri negara Bangladesh, Minggu saat wawancara dengan para wartawan menambahkan, organisasi informasi sedang mengkaji hubungan serangan teroris Dhaka dengan pidato ekstrem pemimpin salafi India.

Dia dengan mengisyaratkan pidato provokatif Dr Naik menambahkan, para pakar sedang mengkaji pemindahan uang dari Dr Naik ke Bangladesh.

Inggris dan Kanada sebelumnya melarang lawatan Dr Zakir Naik ke negara-negara tersebut.

Malaysia juga melarang pemutaran pidatonya di negara ini, karena memicu konflik religi.

Sebagian para pakar berpendapat dukungan besar-besaran Al Saud terhadap Dr Naik sampai sekarang merintangi tuntutan pengadilan pemimpin salafi India tersebut.

http://iqna.ir/fa/news/3514076
Kunci-kunci: Bangladesh ، Larangan ، Penayangan ، Parabola
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\