IQNA

21:54 - August 21, 2016
Berita ID: 3470623
MESIR (IQNA) - Wakil Al-Azhar mengatakan, dengan segenap upaya dan keseriusan kami sedang bekerja untuk menyelenggarakan konferensi bersama antar agama perdamaian dengan kerjasama Al-Azhar dan Vatikan dan markas Islam Al-Azhar dengan serius sedang menjalin komunikasi dengan para tokoh dunia Kristen, di dalam dan luar Mesir.

Menurut laporan IQNA seperti dikutip dari situs Radar, Abbas Shoman, wakil Al-Azhar, Jumat (19/8) lewat pidatonya di hari pertama seminar internasional para remaja muslim dan Krsiten di Kairo menambahkan, pertemuan terbaru Syaikh Al-Azhar dengan Paus Fransiscus dan kesinambungan dialog dengan Vatikan muncul dari keyakinan pada fakta bahwa perbedaan agama di kalangan para manusia tidak dianggap lagi sebagai sebuah problem.

"Dengan segala kemampuan dan keseriusan kami sedang bekerja untuk menyelenggarakan konferensi bersama antar agama perdamaian dengan kerjasama Al-Azhar dan Vatikan dan markas Islam Al-Azhar dengan serius sedang menjalin komunikasi dengan para tokoh dunia Kristen, di dalam dan luar Mesir dan pada gilirannya menolak segala aksi-aksi yang menyebabkan terciptanya kebencian, permusuhan antar kaum muslim dan umat Kristen,” ucapnya.

Terkait pertemuan pertama seminar internasional para remaja muslim dan Kristen ia menambahkan, seminar ini terselenggara dengan kerjasama dewan gereja dunia.

"Sangatlah penting dimana para remaja pengikut dua agama ini mengkaji problem-problem yang ada dan merobohkan tembok ketakutan satu sama lain, karena ketakutan ini hasil dari propaganda seseorang yang tidak memiliki pengetahuan secara benar tentang agama,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Dr Ibrahim al-Hudhud, ketua fakultas Al-Azhar mengatakan, para mahasiswa Al-Azhar di sela-sela pendidikan dan riset tentang pelbagai agama, juga menerima pluralisme dan menerima selainnya sebagai dasar utama dan selama belajar juga meneliti dan mengkaji tentang pokok-pokok akidah pelbagai mazhab Islam, filsafat dan pelbagai agama; karena mereka tidak menerima pendapat-pendapat selain nenek moyang.

Ketua fakultas Al-Azhar menambahkan, al-Quran mewajibkan setiap muslim supaya mengimani semua kitab-kitab samawi, semua para nabi dan rasul dan tidak membedakan antar mereka dan bukti contoh Qurani klaim tersebut adalah surat Al-Baqarah ayat 285, dimana Allah berfirman, "Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya.”

Arman Nashri, koordinator dewan global Gereja juga mengatakan, kerjasama antara dewan global gereja dengan Al-Azhar bukanlah pengalaman yang baru; sebelumnya juga Syaikh Al-Azhar tahun sebelumnya melakukan pertemuan dengan selelompok pemuda Kristen dan menegaskan urgensitas adanya kesinambungan internasional untuk pertemuan para remaja muslim dan Kristen, dimana sekarang ini pertemuan tersebut merupakan hasil dari ide ultra religious tersebut.

Disebutkan, seminar internasional pertama para remaja muslim dan Kristen dibuka Jumat sore (19/8) di Kairo dengan topik Peran antar agama dalam merealisasikan perdamaian dan melawan ekstremisme dan terorisme dan berlangsung selama tiga hari.

Pertemuan ini terselenggara atas prakarsa markas Islam Al-Azhar dan dengan kerjasama dewan global gereja dan 40 remaja usia di bawah 30 tahun, laki-laki dan perempuan dari pelbagai negara Eropa, Afrika dan negara-negara kawasan Timur Tengah ikut hadir dalam pertemuan tersebut.

Diputuskan, dalam pertemuan tiga hari ini akan membahas dan saling tukar pendapat tentang peran antar agama dalam merealisasikan perdamaian dan melawan terorisme dalam bentuk pidato, seminar dan workshop edukasi dan diletakkan pokok-pokok sejati untuk partisipasi lebih para remaja dalam merealisasikan perdamaian.

http://iqna.ir/fa/news/3523888

Kunci-kunci: Iqna ، Al-Azhar ، Konferensi ، Antar Agama
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha: