IQNA

Iran:
20:58 - January 30, 2017
Berita ID: 3470989
IRAN (IQNA) - Musabaqoh pertama al-Quran bertepatan dengan Dahe Fajr dan hari kemenangan Revolusi Islam Iran diselenggarakan Sabtu malam (28/1) di Berlin, atas prakarsa atase kebudayaan Iran di Jerman.

Sayed Ali Mojani, atase kebudayaan Iran di Berlin saat wawancara dengan IQNA mengatakan, musabaqoh ini diselenggarakan bertepatan dengan Dahe Fajr, dengan partisipasi lembaga dan markas Islam Syiah dan Ahli Sunnah yang bermukim di Jerman dan dengan manajemen yayasan Shamim Kosar Berlin, di masjid komunitas Syiah Afghanistan yang bermukim di kota tersebut.

"Dalam musabaqoh ini, para qori dan hafiz dari Berlin, Brandenburg dan kota-kota Jerman lainnya, yang terdiri dari pelbagai kewarganegaraan, Iran, Afganistan, Suriah, Irak, Lebanon, Nigeria, Turki dan Jerman ikut hadir dan berpartisipasi satu sama lain dalam jurusan hafalan, qiraat, tartil dan adzan,” imbuhnya.

Mojani menegaskan, kompetisi ini berlangsung sekitar 7 jam dan di penghujung negara-negara tersebut akan dipilih dan diperkenalkan sebagai juara terbaik dalam setiap jurusan.

Atase kebudayaan negara Iran mengatakan, diantara 80 orang yang telah melakukan registrasi dalam musabaqoh al-Quran Berlin, 12 orang dari mereka akan menjadi juara (dari setiap jurusan diambil tiga orang) dan akan mendapat hadiah tunai dan juga mendapat hadiah-hadiah khusus. Sebagian dari para qori dan hafiz juga melakukan registrasi dalam dua jurusan.

Ia menjelaskan, tiga juri dari markas Islam Mesir, Irak dan Iran, yang aktif di Jerman dan demikian juga satu juri dari Jerman akan mengawasi kompetisi tersebut.

Tilawah Apik Qori Suriah dan Penyabetan Juara Pertama Tartil

Sayed Ali Mojani lebih lanjut dengan mengisyaratkan tilawah-tilawah apik kompetisi ini mengingatkan, Anas Muhammad, Qori Suriah dan termasuk imigran yang bermukim di Jerman yang bermigrasi dari kota Daraa Suriah ke Jerman, dalam jurusan tartil melantunkan tilawah apik dan menyabet jaura pertama jurusan tersebut.

Musabaqoh Quran Menyongsong Dahe Fajr di Jerman/ Kerjasama Markas Syiah dan Ahli Sunnah

                                                         Anas Muhammad, Qari asal Suriah

Atase kebudayaan Iran demikian juga mengungkapkan, lebih dari 10 markas, termasuk maskas Islam al-Irshad, markas Islam komunitas Syiah Afghanistan yang mukim di Berlin, himpunan Ja’fariah, himpunan Minhaj al-Husain, Markas al-Hasanain, markas Islam Imam Ridha (As), markas Islam Imam Musa Shadr, markas Islam al-Turats, markas Imam Ja’far Shadiq (As), yayasan Shamim Kosar, markas Islam Komunitas Iran Berlin, markas komunitas Syiah al-Mujtaba (As), dan markas Islam Ahli Sunnah Afghanistan ikut bekerjasama dalam penyelenggaraan musabaqoh ini dan kompetisi ini dilakukan dengan kerjasama sejumlah markas Syiah dan Ahli Sunnah yang aktif di Jerman.

Masoud Piroozmand, Juri Kompetisi Asal Iran

Ia dengan mungucapkan rasa terima kasih kepada sejumlah markas sinergis dalam menjalankan kompetisi mengatakan, markas Islam komunitas Syiah Afghanistan yang bermukim di Berlin dan yayasan Shamim Kosar sebagai kader eksekutif Masoud Piroozmand, qori internasional Al-Quran Iran sebagai juri kompetisi yang bermukim di Jerman dan Baradaran Akbar dari markas Islam komunitas Syiah Afghanistan melakukan kerjasama dengan bagus dan patut mendapat pujian dan sanjungan.

Mojani dipenghujung mengingatkan, hadiah-hadiah kompetisi akan diberikan oleh para imam masjid dan sejumlah markas Syiah dan Ahli Sunnah Berlin, dan Hujjatul Islam Niknejad, ketua dan imam jamaah baru markas Islam komunitas Iran Berlin dan para penanggung jawab masjid lainnya, seperti Syaikh Karim Uchar ikut hadir dalam acara pemberian hadiah tersebut.

http://iqna.ir/fa/news/3568061

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\