IQNA

Wawancara dengan IQNA:
7:57 - April 28, 2017
Berita ID: 3471203
IRAN (IQNA) - Ahmad MianThanvi dengan mengumumkan pandangan terkait qiraat dan pelaksanaan musabaqoh internasional al-Quran Iran ke-34 mengatakan, para delegasi sebagian negara-negara Arab, Afrika dan Asia Tengah dalam kompetisi ini cukup bagus.

Ahmad Mian Thanvi, juri Pakistan keindahan hafalan dan tajwid musabaqoh Iran ke-34 saat wawancara dengan IQNA mengumumkan pandangannya terkait pelaksanaan para delegasi sejumlah negara, dalam dua bagian, hafalan dan qiraat.

"Tentang jurusan hafalan musabaqoh harus dikatakan bahwa jurusan ini disamping memiliki partisipan kuat, juga ada yang lemah, yakni sebagian dari mereka mendapatkan poin 100%; namun sebagian mereka sangat lemah dan tidak memiliki kapabilitas yang layak.

Urgensi Revisi Pandangan Sebagian Negara dalam Memilih dan Mengirim Para Delegasi

Ahmad Mian Thanvmenambahkan, dengan melihat pelaksaan yang lemah dalam musabaqoh, negara-negara Islam yang telah mengirim sejumlah delegasinya ke kompetisi ini, harus memilih person-person terbaik dan setelah itu baru dikirim ke musabaqoh; karena hadir dengan membawa nama negara mereka dan jika baik, maka menguntungkan negara pengirim.

"Sejumlah negara-negara Arab dan Afrika, seperti Aljazair dan Maroko memiliki tilawah baik dan indah. Sebagian delegasi Rusia, Tajikistan dan Uzbekistan juga baik dan sebagian juga buruk; dengan demikian negara pengirim harus merevisi dalam memilih para delegasinya,” tegas juri Pakistan.

Ia lebih lanjut terkait latar belakang kehadirannya dalam kompetisi internasional al-Quran mengatakan, dalam musabaqoh al-Quran Arab Saudi, DIHQA, musabaqoh al-Aqsha di Palestina dan sejumlah negara lainnya saya hadir sebagai juri dan mengawasi kompetisi-kompetisi al-Quran.

Koordinasi Komite Juri; Titik Perbedaan Musabaqoh

Ahmad Mian Thanvi dengan menganalogikan sejumlah musabaqoh tersebut dengan musabaqoh Iran menambahkan, titik perbedaan terpenting musabaqoh Iran dengan yang lainnya adalah koordinator para juri dan klasifikasi tepat mereka dalam komite penjurian.

Demikian juga menurutnya, penyelenggaraan musabaqoh untuk para canet adalah hal yang penting. Ia mengatakan, tahun ini Iran dengan ini telah menyelenggarakan musabaqoh canet untuk periode yang kedua kalinya. Jika para tunanetra al-Quran diizinkan untuk tampil, lebih baik untuk memperlihatkan para hafiz biasanya dan membuktikan kemampuan mereka dalam hafalan.

Ahmad Mian Thanvi dengan menegaskan urgensi berpegang teguh dengan al-Quran untuk melawan tantangan-tantangan yang ada menegaskan, di era sekarang ini, yang mana kita banyak menghadapi tantangan, kita harus memperkuat persatuan umat dan faktor terpenting persatuan adalah al-Quran; karena sumber persamaan antar semua mazhab dan kelompok-kelompok Islam.

Ia di penghujung mengingatkan, sejumlah aktivitas seperti penyelenggaraan musabaqoh memperkuat persatuan umat dan mengintegrasikan mereka melebihi sebelumnya.

http://iqna.ir/fa/news/3592958

Kunci-kunci: Iran ، Juri Pakistan ، Wawancara Iqna
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\