IQNA

9:24 - September 14, 2017
Berita ID: 3471557
MYANMAR (IQNA) - Myanmar menolak gencatan senjata yang diumumkan oleh para militan Rohingya, Minggu (10/9), dengan tujuan membuka jalan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke minoritas muslim negara ini.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Reuters, para militant Rohingya yang berperang dengan pemerintah Myanmar di bawah tajuk Pasukan Pembebas Rohingya Arakan, Minggu (10/9) mengumumkan gencatan senjata dari mulai hari Minggu secara unilateral selama satu bulan, dengan tujuan mengizinkan aktivitas-aktivitas kemanusiaan di daerah yang dilanda perang.

Pemerintah Myanmar dengan mengumumkan bahwa tidak akan bernegosiasi dengan para teroris, juga menolak gencatan senjata ini. Pemerintah Myanmar melakukan serangan besar-besaran ke minoritas muslim Rohingya dan kekerasan serta pembunuhan mereka dengan dalih serangan kelompok militant pada hari-hari sebelumnya ke tempat polisi di Rakhine.

Menurut pengumuman PBB, sekitar 300 ribu muslim Rohingya dalam 15 hari lalu pergi ke Bangladesh guna melarikan diri dari sejumlah kekerasan dan kematian, yang mayoritas mereka sakit dan terluka di kawasan Cox’s Bazar Bangladesh, yang sangat membutuhkan bantuan.

Ribuan muslim Rohingya yang masih tinggal di Rakhine Myanmar juga menetap dengan tanpa makanan dan tanpa perlindungan dan sebagian dari mereka masih tetap berupaya untuk sampai ke Bangladesh dengan melewati sejumlah pegunungan, semak belukar dan sawah.

Sementara itu, pemerintah Myanmar masih tetap mengingkari realita ini dan menyebut berita-berita yang dipublikasikan terkait hal ini adalah kebohongan-kebohongan para teroris.

http://iqna.ir/fa/news/3640415

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\