IQNA

18:04 - September 19, 2017
Berita ID: 3471572
MARAWI (IQNA) - Para pejabat militer Filipina mengabarkan pembebasan masjid bersejarah pulau Mindanao negara ini dari cengkeraman kelompok teroris Mauteyang berafiliasi dengan ISIS, Minggu (17/9).

Menurut laporan IQNA dilansir dari harian elektronik Al’an, para pejabat militer Filipina mengumumkan, setelah empat bulan bentrok dengan kelompok teroris Maute-ISIS di kota Marawi, masjid bersejarah kota ini dapat dibebaskan dari cengkeraman kelompok teroris ini.

Kepala Komando Mindanao Barat Militer Filipina, LetnanJenderal Carlito GalvezJr mengatakan, pasukan pada Sabtu malam setelah bentrok dengan kelompok teroris Maute, dapat membebaskan masjid bersejarah Bato dari kekuasaan mereka.

"Setelah bentrok tersebut, demikian juga dua gedung terkait lembaga Islam Ummatullah dan universitas Islam Filipina dapat dibebaskan dari kekuasaan mereka,” imbuhnya.

Masjid bersejarah Bato termasuk salah satu markas religi terpenting khusus umat muslim kota Marawi, yang dikuasai kelompok teroris Maute, setelah dimulainya perang di pulau Mindanao. Setelah itu juga pasukan militer Myanmar dapat membebaskan masjid jami’ kota Marawi dari kekuasaan ISIS.

Menurut pengumuan Juru Bicara pasukan Filipina, konflik pasukan militer Filipina dan kelompok teroris Maute sampai sekarang telah menewaskan 800 pasukan bersenjata teroris, 149 pasukan militer Filipina dan demikian juga puluhan warga negara ini.

Kelompok teroris Maute pada tahun 2012 dengan dipimpin Abdullah Maute dan saudaranya Omar mengumumkan eksistensi dan melakukan aksi militer, penghancuran dan peledakan di Filipina dan pada bulan April tahun 2015 secara resmi berbaiat dengan kelompok teroris ISIS.

http://iqna.ir/fa/news/3643333

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\