IQNA

IQNA:
10:43 - May 21, 2018
Berita ID: 3472200
IRAN (IQNA) - Muslim dunia, tergantung pada budaya, sejarah, geografi dan iklim masing-masing negara, berpuasa pada bulan Ramadan dengan adat istiadat negara itu.

 Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Menurut laporan IQNA, dalam artikel ini, dari sudut pandang waktu puasa, acara khusus setiap budaya dan fenomena bulan Ramadan, kita memiliki sekilas tentang acara dan aktivitas masyarakat di seluruh dunia selama Ramadan.

Puasa di Kutub

Sangat menarik untuk diketahui adalah bahwa di daerah dekat dengan kutub utara dan selatan, misalnya, di Swedia dan Finlandia utara atau di selatan Argentina, jarak antara azan Subuh sampai Magrib itu lebih dari 20 jam. Namun, di daerah-daerah yang sangat dekat dengan kutub, yang sebagian besar kosong, dalam beberapa bulan dalam setahun selalu siang atau selalu malam, dimana jika seseorang ada di daerah-daerah ini, berpuasa mengikuti kondisi-kondisi tertentu.

Menurut fatwa dari beberapa marji taqlid Syiah, seperti Ayatullah Nasir Makarem Shirazi, tentang hukum salat dan puasa di daerah-daerah yang mana matahari tidak tenggelam, atau siang hari sangat lama dan keluar dari batasan wajar di berbagai belahan dunia, harus mengamalkan sesuai dengan kawasan-kawasan beriklim musim tahun itu. Artinya jika di daerah beriklim sedang, maka siang hari disitu pada waktu itu adalah 14 jam dan malam harinya adalah 10 jam, dengan cara demikian, mereka mengatur salat dan puasanya.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Di Finlandia utara, pada beberapa waktu, matahari terbenam hanya 55 menit. Ini berarti bahwa umat Islam di daerah itu berpuasa selama 23 jam dan 5 menit. Tentu saja, beberapa orang di Finlandia, yang tinggal di wilayah yang disebut Lapland, berpuasa sesuai dengan jadwal Turki, negara Islam terdekat di Timur Tengah. Di Inggris, durasi puasa di bulan Ramadan, tergantung di mana orang tinggal, dapat berkisar 16 hingga 19 jam per hari.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Bulan Ramadan adalah tahun yang penuh tantangan bagi umat Islam yang tinggal di negara-negara Eropa dan dekat dengan Lingkar Kutub Utara. Di negara-negara seperti Finlandia dan Norwegia, matahari terbenam hanya selama tiga jam. Artinya, muslim yang tinggal di daerah ini setiap harinya berpuasa selama dua puluh jam, dan kemudian mereka hanya memiliki beberapa jam saja untuk mempersiapkan makanan, minuman dan bersiap lagi untuk berpuasa panjang. Orang-orang muslim di daerah ini bangga akan perjuangan mereka yang mengalahkan nafsu dirinya, dan banyak yang percaya bahwa mengatasi tantangan ini akan memberi mereka harapan keselamatan.

Puasa Atlet

Muslim Amerika, Zaid Shakir juga telah mengatakan tentang hukum puasa di daerah-daerah ini: Selama matahari terbit dan terbenam terlihat jelas, umat Islam harus berpuasa dengan memperhatikan waktu negara yang mereka tinggali. Memang benar bahwa pada bulan-bulan musim panas, hari-harinya sangatlah panjang dan lama, tetapi dengan puasa singkat yang terjadi pada hari-hari pendek musim dingin, hal ini dapat dikompensasikan. Bulan Ramadan adalah 29 atau 30 hari, dengan demikian mereka dapat mentoleransi kesulitan ini. Secara khusus, daerah-daerah ini biasanya dingin di musim panas.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Berpuasa dengan waktu yang lama, sangat sulit bagi para atlet muslim, karena mereka harus berlatih berjam-jam dan menjaga makanan mereka. Di sebagian besar Olimpiade yang berlangsung selama bulan Ramadan, banyak pembahasan di kalangan ulama Islam tentang apakah atlet muslim bisa berpuasa ataukah tidak.

Dr Abdul Hakim Murad, seorang cendekiawan Islam Islam di Universitas Cambridge, percaya bahwa atlet muslim bisa tidak berpuasa selama membayar fidyah. Meskipun yang lain menentangnya. Misalnya, Zaid Shakir mengatakan atlet harus bertanya pada diri sendiri: siapa yang ingin saya ridhai? Jiwaku, negaraku atau Tuhan?

Puasa di Subbenua

Masyarakat India juga menghiasi masjid dan tempat-tempat keagamaan di penghujung Ramadan, dengan bunga dan kain berwarna-warni.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Orang-orang India membatalkan puasa dengan garam, air, kurma, buah-buahan segar, sirup, dan teh, dan kemudian berbuka dengan makanan khusus, yaitu masakan yang dimasak dengan nasi, bumbu dan tomat, dan di suatu tempat dengan lentil dan daging. Saat berbuka, makanan Sambuca banyak digemari di negara tersebut. Pakora adalah salah satu makanan favorit di India selama hari-hari ini, terdiri dari adonan dan sayuran dan rempah-rempah goreng.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Malam sebelum hari pertama Ramadan, masyarakat India membeli pakaian baru dan makanan-makanan khusus untuk berbuka puasa dan sahur. Demikian juga, orang-orang muslim di negara ini menziarahi kubur di malam Lailatul Qadr dan mereka membaca Alquran untuk sanak familinya yang sudah meninggal. Orang-orang menghadiri upacara perpisahan Jumat setelah menghadiri acara Hari Quds Sedunia pada hari Jumat terakhir bulan Ramadan. Orang-orang Syiah juga menghadiri acara khusus pemakaman simbol jasad Imam Ali (as) pada pagi hari syahadah beliau.

Puasa di Amerika Serikat

Selama bulan Ramadan, banyak lembaga dan organisasi Islam yang berbasis di Amerika Serikat mengubah jam kerja mereka sesuai dengan jam keagamaan bulan ini. Begitu juga, pada saat salat atau saat berbuka puasa, orang-orang berkumpul di masjid. Menurut sebuah survei yang diterbitkan oleh Pew Research Center pada tahun 2017, sebagian besar mayoritas muslim Amerika berpuasa pada bulan suci ini.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Bahkan banyak yang tidak pergi ke masjid di bulan-bulan lain tahun ini akan datang ke masjid untuk menunaikan salat, puasa, dan membaca Alquran. Para peneliti percaya bahwa muslim di Amerika Serikat dengan menghadiri masjid tahun ini menganggap dirinya terkait dengan masyarakat yang lebih besar. Banyak Muslim Amerika yang merasa kesepian dan perlu untuk bersama-sama dengan anggota keluarga dan teman-teman, atau berpikir bahwa mereka tidak mengalami interaksi sosial yang benar setiap hari, lebih tertarik untuk menghadiri masjid dan berpartisipasi dalam acara doa dan tilawah Alquran secara bersama-sama pada bulan ini.

Puasa di Bosnia

Ramadan sangat penting di Balkan, terutama di Sarajevo, ibu kota Bosnia dan Herzegovina. Sebelum azan Shubuh, masjid-masjid penuh dengan orang-orang yang pergi ke masjid untuk menunaikan salat dan mendengarkan Alquran. Tradisi mendengarkan Alquran di fajar sudah ada sejak zaman kuno dan bahkan telah dilestarikan di negara ini selama perang menghancurkan tahun 1990 M.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Di Bosnia dan Herzegovina, saat berbuka, restoran penuh dengan keramaian, orang-orang berbaris antri untuk menunggu makanan. Orang-orang percaya bahwa acara khusus Ramadan menyatukan mereka dan mengokohkan mereka di dalam agama. Saat berbuka puasa di Bosnia adalah momen yang sangat istimewa dan keluarga dan teman-teman berkumpul dan berbuka bersama-sama. Salah satu makanan yang dimakan saat buka puasa di Bosnia adalah sup, hidangan utama yang dimasak dengan daging, kemudian hidangan penutup dan kopi tradisional Bosnia.

Puasa di Pelbagai Penjuru Dunia; Dari Kutub Sampai Subbenua

Saat berbuka, orang-orang di negara ini berkumpul bersama dan setelah mendengar bola-bola ditembak di dekat masjid, mereka mengatakan "Semoga Allah menerimanya" meski tidak saling kenal dan kemudian mereka berbuka. Kemudian, banyak orang makan makanan manisan, hidangan penutup dan kopi dan merekapun bersiap-sap untuk melaksanakan salat.

Bertepatan dengan bulan ini, jam bekerja di banyak instansi pemerintah dan lembaga di negara-negara di seluruh dunia diubah. Demikian juga, di banyak negara, jam-jam kerja restoran telah diubah atau restoran baru telah dibuka yang menyediakan hidangan khusus untuk bulan ini untuk menjamu umat muslim. Bahkan banyak negara Eropa, seperti Inggris, telah berpikir untuk meningkatkan ekonomi kota-kota muslim dengan mengusulkan perubahan pada menu restoran dan jam kerja mereka.

 

http://iqna.ir/fa/news/3714041

Kunci-kunci: Iran ، Ramadan ، Di Penjuru Dunia ، IQNA ، Puasa
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\