IQNA

ABC News;
20:59 - May 26, 2018
Berita ID: 3472212
AUSTRALIA (IQNA) - Seorang jurnalis Australia yang melakukan perjalanan ke Mekah dan Madinah di Ramadan tahun lalu telah memublikasikan pengamatan dan eksperimennya pada perjalanan tersebut dalam sebuah berita.

 Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Menurut laporan IQNA, Erwin Renaldi, seorang koresponden muslim Australia, mengatakan kepada BBC News bahwa ia telah membagikan perjalanan ke Mekah dan Madinahnya selama Ramadan, dalam laporan ini ia mengatakan:

Pengalaman menghabiskan Ramadan di Madinah, ibu kota era awal Islam, seperti jutaan umat Islam lainnya, selalu menjadi impian saya. Ketika saya pergi ke Madinah pada tahun 2017 dari Australia dan melihat jutaan muslim yang semuanya datang dengan pakaian putih ke arah Masjid Nabawi yang megah, suara dengungan doa itu mengesankan rombongan saya.

Lebih dari 1.400 tahun yang lalu, masjid adalah rumah kecil yang terbuat dari bunga dan daun-daun kurma dan milik Nabi Muhammad (saw), tetapi sekarang di kota Madinah ada bandara yang padat, hotel-hotel besar milik perusahaan-perusahaan internasional besar dan toko-toko modern.

Sangat menarik dapat melihat toko-toko pakaian di tengah pasar dekat masjid. Begitu juga membuat saya terpesona melihat toko-toko berantai internasional, dengan jarak beberapa meter dari makam kerabat dan sahabat Nabi (saw).

Masjid Nabi

Rumah milik Nabi Islam di Madinah dan kemudian makam serta tempat ibadah dan berdoa umat disebut Masjid Nabi. Kubah hijau besar terletak di atasnya dan ada beberapa menara menjulang dengan lampu terang menerangi di malam hari seluruh kota.

Masjid ini, yang dibangun di jantung padang pasir, tampak seperti sebuah puri marmer putih di tengah padang pasir. Saya tidak akan melupakan momen memasuki masjid ini. Saat saya merasakan sejarah permulaan Islam di masjid yang megah itu. Sejarah yang saya baca hanya dalam Alquran dan buku-buku lain tentangnya.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Ketika saya tiba di masjid satu jam sebelum matahari terbenam untuk membatalkan puasa 16 jam, masjid itu penuh dengan orang banyak. Orang-orang sedang duduk di sekeliling hidangan dan duduk bersama-sama. Para sukarelawan membentangkan taplak plastik dan kurma segar dan bingkisan termasuk yogurt, roti, dan secangkir air dingin dihidangkan untuk orang-orang yang berpuasa.

Saya duduk di hidangan di antara seorang lelaki tua yang sedang membaca Alquran dan seorang pemuda yang kemudian saya tahu ia adalah seorang Palestina.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Orang-orang lokal yang sangat terbuka hati, dapat dikenali dari aksen Arab dan pakaian mereka, berhati-hati untuk menghidangkan makanan bagi ribuan orang yang duduk di meja berbuka puasa.

Terlepas dari transformasi kota, Madinah masih merupakan kota yang penuh kedamaian bagi pengunjung. Mungkin alasan untuk ketenangan ini adalah sejarah kota ini, yang setelah penganiayaan Nabi dan pengikut pertamanya di Mekah, menjadi perlindungan dan ketenangan Nabi dan para pengikutnya. Saat ini juga kota ini seperti tempat perlindungan bagi umat Islam di dunia, yang sering tidak dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

Mekah dan Kakbah

Pada hari-hari sebelum akhir Ramadan, kafilah kami pindah ke Mekah, sekitar 4 jam dari Madinah. Kota tempat Kakbah berada, bagunan kubus hitam yang menjadi kiblat kaum dunia.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Masjidil Haram terletak di kota ini. Masjid ini terletak di bagian lama kota Mekah. Sebuah menara jam besar, salah satu gedung tertinggi di dunia, dengan hotel bintang lima dan toko tiga lantai yang besar, terlihat di atas masjid suci dimana Kakbah ada di situ.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Kaum muslim percaya Kakbah adalah simbol monoteis pertama yang diciptakan oleh nabi Ibrahim (as), dan setelah itu masyarakat Arab penyembah berhala menempatkan berhala mereka di sana dan kemudian Nabi Muhammad (saw) menghancurkan berhala-berhala tersebut setelah tiba di Mekah dan mendakwahkan Islam dan tauhid. Dikatakan bahwa Nabi adalah penyampai tauhid dan monoteisme, dan muslim adalah orang yang tunduk kepada Tuhan yang Esa. Kakbah simbol persatuan. Setiap muslim, dengan setiap martabat dan ras, harus menghadap ke satu sisi dengan perintah Tuhan.

Ujian Kesabaran

10 hari terakhir Ramadan adalah waktu tersibuk di Mekah, khususnya di Masjidil Haram. Setiap malam saya pergi ke masjid, sangat sesak dan ramai.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Saat saya memasuki masjid, saya menyadari bahwa ujian pertama adalah menemukan tempat yang kosong untuk berdoa. Menemukan tempat yang kosong adalah hal yang paling penting, karena saya ingin berada di sana sepanjang malam.

Di Australia, kita dapat berbuka puasa di suatu tempat yang berbeda dari tempat salat kita. Yaitu, petama-tama kita berbuka dan kemudian setelah berbuka puasa kami menemukan sebuah masjid untuk melaksanakan salat. Di tempat yang sibuk seperti Mekah, ketika memasuki masjid, Anda perlu mencari suatu tempat di sana dan tinggal di sana sampai akhir. Anda tidak dapat keluar dan kembali lagi.

Menurut saya, ujian lain di masjid ini pada hari-hari sibuk ini adalah bahwa Anda harus mencoba untuk tidak berbicara dengan siapa pun dan memaafkan siapaun yang menyakiti Anda.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Ketika setelah 16 jam berpuasa di 50 derajat, azan akhirnya dikumandangkan, kami berbuka dengan seteguk air. Perasaan terimakasih dan rasa syukur yang mendalam pada saat itu muncul dalam diri saya yang belum pernah saya alami. Yang menarik, setelah makan siang singkat ini, dalam waktu kurang dari 5 menit, semua orang bangun dan berbaris untuk menunaikan salat.

Tidak Merayakan Idul Fitri

Idul Fitri adalah perayaan akhir bulan Ramadan, namun yang menarik bahwa mereka tidak akan merayakan hari ini di Mekah.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Tidak ada berita tentang pakaian atau makanan khusus. Memang, pada hari Idul Fitri, orang-orang Mekah bergegas untuk berkumpul bersama untuk salat Idul Fitri di masjid. Salat biasanya dilakukan setelah fajar, tetapi orang-orang pergi ke masjid dari jam sebelum fajar. Anak-anak membagikan permen dan cokelat dan orang-orang saling mengunjungi rumah mereka setelah salat, dan beberapa lainnya pergi ke bandara untuk kembali ke negara mereka. Dalam sekejap mata, masjid benar-benar kosong dari orang-orang, seolah-olah tidak ada yang pernah ada di sana. Itu aneh tapi indah bagi saya untuk menghabiskan bulan Ramadan di tanah suci ini. Saya belajar bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari naluri asli.

Pergi Ke Mekah dan Madinah pada Ramadan, Mimpi yang Menjadi Nyata

Saya belajar bahwa Ramadan menguji kesabaran, besiap untuk kesulitan dan kesukaran dalam kehidupan sehari-hari. Pelajaran paling penting yang saya dapatkan adalah pengampunan kepada orang lain, bahkan jika kita berada dalam kepahitan dan dan kesukaran serta bersyukur atas apa yang kita miliki juga merupakan pelajaran besar dari bulan ini.

 

http://iqna.ir/fa/news/3715689                                                                   

 

 

Kunci-kunci: Australia ، Mekah ، Madinah ، Ramadan ، IQNA
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\