IQNA

10:31 - December 10, 2018
Berita ID: 3472722
FILIPINA (IQNA) - Jenazah Abdullah Bidjim, Imam jamaah masjid akademi militer Filipina, yang dibunuh oleh orang-orang tak dikenal pada Kamis pagi, dimakamkan dengan dihadiri sejumlah besar warga Muslim di negara itu.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Aljazeera.net, puluhan Muslim di Filipina Jumat lalu (7/12) memakamkan jenazah imam masjid akademi militer Filipina, yang dibunuh pada hari Kamis di depan Pusat Pelatihan Islam Baguio di utara negara itu.

Abdullah Bidjim (55) meninggal pada Kamis pagi (6/12), dengan empat tembakan di kepala dan jantung, dimana pria bertopeng menembaknya dari jarak dekat.

Akademi militer Filipina dan lulusannya dengan mengeluarkan pernyataan yang mengutuk pembunuhan tersebut, mengatakan: “Imam masjid universitas ini telah terlibat di masjid ini selama 17 tahun dan telah berperan dalam memperkuat program-program pengembangan masjid.”

Pernyataan itu lebih lanjut mengungkapkan keprihatinannya atas hilangnya tokoh yang menonjol ini yaitu Bidjim, imam jamaah secara sukarela menjadi akademi militer ini dan aktif dalam publikasi toleransi dan koeksistensi antara agama dan pelbagai ras.

Pernyataan itu juga menekankan pada pelaksanaan penyelidikan tentang para perancang dan pelaku pembunuhan imam jamaah masjid akademi militer Filipina.

Pemakaman Jenazah Imam Jamaah Filipina

Dalam hal ini, Shamsuddin Munib, seorang teman imam jamaah ini, menyatakan: “Bidjim tidak memiliki permusuhan pribadi atau kepentingan ekonomi di kota, tetapi dalam beberapa hari terakhir, setelah pelaksanaan program tentang pesan perdamaian dan koeksistensi agama dan solidaritas sosial, dia mendapatkan banyak ancaman oleh kelompok radikal.”

Dia menambahkan bahwa Bidjim adalah salah satu tokoh dakwah paling aktif di wilayah Luzon, utara negara itu, yang dikenal karena pidatonya di sebagian besar wilayah.

 

http://iqnanews.ru/fa/news/3770337

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\