IQNA

22:10 - December 25, 2018
Berita ID: 3472764
IRAN (IQNA) - Nadim Nassar menyatakan: "Ritus Natal (perayaan Kelahiran Isa al-Masih as) hari ini di banyak masyarakat barat diringkas dengan memberikan hadiah dan makan, tetapi berdoa untuk perealisasian perdamaian dan persahabatan, membaca Injil dan menjalin silaturahmi adalah amalan-amalan umat Kristen sejati pada kesempatan ini.

Natal atau Noel (Nowel) adalah perayaan kekristenan yang dirayakan untuk menghormati kelahiran Kristus.

Banyak anggota Gereja Katolik Roma dan pengikut Gereja Protestan merayakan Natal pada tanggal 25 Desember, dan banyak dari mereka juga yang merayakannya pada malam tanggal 24 Desember. Sebagian besar gereja Ortodoks juga merayakannya pada tanggal 25 Desember.

Beberapa orang Kristen Ortodoks di Rusia, Ukraina, Tanah Suci (Wilayah Sejarah Palestina) dan tempat-tempat lain merayakan Natal pada tanggal 7 Januari karena mengikuti kalender Julius. Para anggota Gereja Armenia merayakan hari kelahiran dan juga hari pembaptisan Yesus Kristus pada tanggal 6 Januari.

Dalam hal ini, koresponden IQNA mewawancarai Nedim Nassar, pendeta Suriah Gereja Maria Magdalena London (berafiliasi dengan Gereja Anglikan) dan Direktur Jenderal Lembaga Penelitian Pendidikan (WAI/pencerahan) dan mengomentari ritus Kristen di Masyarakat Barat, khususnya Inggris, pada kesempatan ini dan bagaimana menggunakannya untuk mencapai perdamaian, kebaikan dan persahabatan di dunia.

IQNA: Seperti yang Anda ketahui, Yesus Kristus (as) adalah simbol cinta dan persahabatan. Bagaimana Anda dapat menggunakan hal ini untuk mewujudkan perdamaian?

Nadim Nassar: Nama Yesus Kristus adalah simbol cinta, kedamaian, persahabatan dan koeksistensi. Dalam hal ini, saya teringat pada satu kata Kristus yang mengatakan: "Kasihilah musuhmu untuk membawa berkah."

Dengan ucapan ini, dia memberi tahu kita semua bahwa kita sama sekali tidak memiliki musuh, semua manusia adalah sama dan khalifah Tuhan. Kami orang Kristen percaya bahwa Tuhan adalah cinta dan kebaikan. Tuhan mencintai dia yang mencintai Tuhan. Jika Tuhan adalah cinta dan kebaikan, Dia telah menciptakan kita dan dunia dengan cara ini.

Karena itu, manusia tidak boleh menjadi musuh selainnya, dan bangsa serta budaya harus hidup dengan persaudaraan dan kesetaraan.

Allah swt dalam surah Al-Hujarat ayat 13 telah berfirman, Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” Dari kata "saling kenal-mengenal", disimpulkan menciptakan cinta dan kasih sayang antar sesama.

Realisasi Perdamaian, Doa Umat Kristen Sejati pada Hari Natal (bagian 1)

Panorama Gereja Maria Magdalena

IQNA: Program apa yang Anda miliki untuk kelahiran Kristus dan apakah pengikut agama lain, seperti Muslim, berpartisipasi dalam acara tersebut?

Nadim Nassar: Ada perayaan dan acara diselenggarakan di gereja kami pada kesempatan kelahiran Kristus dan Natal, namun terkait kehadiran para pengikut pelbagai agama, termasuk umat Islam dalam acara itu, harus kami katakan bahwa kami telah mengadakan sebuah acara pada beberapa bulan lalu, di mana perwakilan dari komunitas Muslim hadir dalam acara tersebut, dimana tujuan dari acara tersebut adalah upaya untuk perdamaian, persahabatan dan koeksistensi. Demikian juga, pada hari Sabtu (22/12), sebuah seminar diadakan di Gereja Maria Magdalena di London, yang membahas hubungan kelahiran al-Masih dan kesetaraan, perdamaian dan persaudaraan, dan interaksi antar para pengikut agama dan budaya.

Kami juga bekerja sama dengan semua sekte dan kelompok, terutama para Imam Inggris, di London. Dalam hal ini, dua bulan lalu kami mengadakan konferensi internasional yang disebut "Kristen Timur," di mana perwakilan Syiah, Sunni, Sufi, dan semua suku berpartisipasi dan mengkaji hubungan agama Barat dan Timur. Dengan demikian, kami selalu berhubungan dengan Muslim dan para imam jamaah di London.

Realisasi Perdamaian, Doa Umat Kristen Sejati pada Hari Natal (bagian 1)

IQNA: Mengingat fakta bahwa Anda adalah seorang pendeta Kristen asal Suriah, apa pandangan warga negara Barat, khususnya Inggris, tentang Anda dalam makam ulama agama Kristen?

Nadim Nassar: Ironisnya, masyarakat Barat sangat tidak terlalu menyadari keberadaan orang Kristen di Timur, terutama di Suriah. Terkadang teman Inggris saya bertanya kapan Anda menjadi orang Kristen? Pertanyaan ini mencerminkan ketidaktahuan mereka tentang budaya timur. Orang Barat telah lupa bahwa Yesus Kristus dilahirkan di Palestina, Betlehem, pernah menjadi bagian dari Suriah dan Kekaisaran Romawi dan Gereja Barat telah melupakannya dari waktu ke waktu.

Ada banyak hal tentang interaksi antar agama yang perlu dilakukan penyadaran dalam hal ini. Kami, orang-orang Kristen Suriah, menderita dari ketidaktahuan dan kurangnya pemahaman  tentang budaya Oriental. Sementara itu masyarakat Barat menganggap keanekaragaman sebagai kriteria dirinya.

Realisasi Perdamaian, Doa Umat Kristen Sejati pada Hari Natal (bagian 1)

IQNA: Sejauh mana pemahaman Barat tentang kepribadian Kristus dalam Alquran dan apa solusi Anda untuk memperdalam pandangan ini?

Nadim Nassar: Orang Kristen tidak benar-benar mengetahui karakter Yesus dari Injil, terlebih-lebih mengetahui karakter nabi Ilahi ini melalui Alquran. Mereka bahkan memiliki ketidaktahuan dalam iman mereka, dan agama Kristen, dalam pandangan mereka, adalah fenomena Barat. Mereka tidak tahu tentang Islam dan doktrin agama Islam tentang Kristus dan bahkan Kristen Timur. Ironisnya ada kesenjangan besar di mata Barat tentang Islam dan Kristen Timur.

http://iqnanews.ru/fa/news/3775296

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\