
Menurut Iqna mengutip Al-Musher, pembukaan cabang baru Lembaga Hafalan Alquran Al-Azhar ini sejalan dengan perkembangan pendidikan agama dan hafalan Alquran, serta menyusul keberhasilan platform internasional hafalan Alquran jarak jauh untuk memenuhi kebutuhan mereka yang tertarik pada pendidikan langsung di daerah-daerah yang kekurangan cabang tersebut.
Tujuan dari langkah ini adalah untuk memfasilitasi hafalan Alquran dan akses masyarakat di wilayah tersebut terhadap pendidikan agama. Lembaga-lembaga ini didirikan sesuai arahan Ahmed Al-Tayeb, Syekh Al-Azhar, yang memberikan perhatian khusus pada pengembangan cabang-cabang Alquran Al-Azhar di Mesir.
Abdel Moneim Fouad, Pengawas Lembaga-lembaga Al-Azhar, menyatakan pembukaan cabang-cabang baru ini merupakan jembatan yang menghubungkan kota-kota baru dengan pendekatan Al-Azhar yang moderat dan moderat.
“Kami berupaya menyediakan layanan pendidikan unggulan yang bebas dari paham ekstremis di bidang hafalan Alquran dan ilmu-ilmu Alquran, serta melindungi generasi muda dan anak-anak kita dari ekstremisme,” imbuhnya.
Terkait hal ini, Hani Odeh, Wali Masjid Jami Al-Azhar, juga mengatakan bahwa proses pendidikan di cabang-cabang baru ini akan sesuai dengan standar kualitas dan akurasi yang berlaku di Lembaga Hafalan Alquran Masjid Jami Al-Azhar.
“Pembukaan cabang ini akan membuka jendela yang lebih lebar bagi ribuan orang yang bercita-cita menghafal Alquran dan memahami ilmu-ilmu agama dan ilmu sekuler secara dekat,” tegasnya. (HRY)