IQNA

22:30 - January 21, 2019
Berita ID: 3472832
BRUNEI (IQNA) - Pilihan Bandar Seri Begawan sebagai ibu kota budaya dunia Muslim pada tahun 2019 oleh ISESCO adalah kesempatan bagi penduduk dunia Muslim untuk mengenal penduduk dunia Islam dengan kapasitas Qurani kerajaan Brunei, yang dikenal sebagai tanah "perdamaian dan rekonsiliasi."

Menurut laporan IQNA, ISESCO untuk pertama kalinya dan dalam inisiatif baru pada 2005, memilih Mekah Arab Saudi sebagai ibu kota kebudayaan dunia Islam dan kemudian pada 2006, kota-kota Aleppo Suriah, Isfahan Iran, dan Republik Mali terpilih sebagai ibu kota budaya dunia Muslim.

Dengan demikian, ISESCO memilih empat kota setiap tahun dari pelbagai belahan dunia Muslim secara bersama-sama sebagai ibu kota budaya dunia Islam, dimana sampai sekarang selain kota Isfahan, Mashad muqaddas Iran juga terpilih sebagai ibu kota dunia Islam pada tahun 2017.

Bandar Seri Begawan, Ibu kota Kebudayaan Kawasan Asia pada 2019

Menurut situs web Al Jazeera Net, pertemuan sejumlah menteri kebudayaan negara OKI ke-9, yang diadakan di Muscat, Oman pada tahun 2015, memilih kota Bandar Seri Begawan sebagai Ibu kota Dunia Islam di Asia pada tahun 2019.

Selain kota Bandar Seri Begawan, kota Tunisia, Quds, dan kota Bissau, ibu kota negara Afrika Guinea-Bissau, juga telah dipilih oleh ISESCO pada tahun ini sebagai ibu kota budaya dunia Islam, tetapi pengenalan Bandar Seri Begawan di Asia Timur adalah kesempatan yang sangat baik bagi penduduk negara-negara Islam untuk berkenalan dengan Brunei Darussalam sebagai pemerintah Melayu tertua yang masih berlangsung sampai saat ini. Demikian juga, hal itu menyebabkan pengenalan dengan peran sentral Islam di negara ini dari masa ketika penguasa pertama  Raja Awang Alak Betatar (Sultan Mohammad Shah) menjadi Muslim pada tahun 1402.

Pemilihan ini dirayakan dalam rangka perayaan budaya, ilmiah dan akademik tahun ini, yang paling penting adalah penyelenggaraan pameran "Arsitektur dan Seni Kuno", "Pameran Islam Internasional Kedua" dan "Pameran Foto dan Lukisan tentang Quds Sharif". Selain itu, negara Brunei memiliki banyak kapasitas Qurani, diantaranya adalah: program penyusunan mushaf nasional Qurani Brunei disertai dengan terjemahannya ke dalam bahasa Melayu, penyelenggaraan tahunan 30 musabaqoh hafalan dan qiraat Alquran, peringatan nasional Nuzulul Quran, dan penggunaan corak kenamaan Al-Baghdadi "dalam edukasi hafalan Alquran.

Brunei, Tanah Damai dan Rekonsiliasi

Brunei, nama resmi "negara Brunei tanah rekonsiliasi," adalah negara kecil dengan mayoritas Muslim terletak di pulau Borneo di Asia Tenggara, dan ibu kotanya disebut "Bandar Seri Begawan". Negara ini memiliki standar hidup tertinggi di dunia karena kekayaan sumber daya minyak dan gasnya.

Bandar Seri Begawan, sebagai kota terbesar di Brunei, memiliki populasi sekitar dua pertiga dari populasinya, yang merupakan Muslim Melayu dan bahasa resminya adalah Bahasa Melayu.

Agama resmi Brunei adalah Islam, dan Muslim membentuk 60% dari populasi, dengan mazhab Syafi’I, demikian juga ada minoritas Budha dan Kristen yang tinggal di negara ini.

Islam telah muncul sejak pembentukan Brunei dan orang-orangnya menyambut kedatangan ulama dari Timur Tengah dan pembangunan masjid pertama.

Brunei di masa lalu koloni Inggris, tetapi pada tanggal 1 Januari 1984, dengan munculnya revolusi bersenjata, Brunei menyatakan kemerdekaannya dari Inggris dan menjadi negara industri modern dengan indeks pembangunan manusia dan produk domestik bruto di dunia.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Bandar Seri Begawan, Ibu kota Brunei

Raja Brunei, Jenderal Sultan Haji Sir Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin, menyatakan bahwa Brunei akan selalu menjadi Negara Islam independen dengan demokrasi dan kedaulatan independen.

Dengan penyusunan Konstitusi Brunei dengan tema Peraturan Hukum Brunei," pada masa pemerintahan Raja Muhammad Hassan pada tahun 1582-1589, kerajaan berusaha untuk menegakkan aturan Islam dalam urusan negara, adat dan kebiasaan negara serta mengatur pendapatannya.

Perkembangan ekonomi, sosial dan budaya Brunei terus berlanjut dan infrastruktur Islamnya meliputi Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien dan didirikan Departemen Urusan Agama Pemerintah dan sekolah-sekolah agama Islam.

Pemerintah negara telah mampu memperkuat semangat Islam di negara ini melalui beberapa tindakan, termasuk pendirian Sekolah Tinggi Universitas Pendidikan Guru Agama Seri Begawan pada tahun 1972, Pusat Konservasi Alquran pada tahun 1993, Pusat Studi Islam Omar Ali Saifuddien pada tahun 1999, larangan meminum minuman keras pada tahun 1990, pendirian bank syariah pada tahun 1991, program mushaf Brunei Darussalam pada tahun 1992 dan penerapan KUHP Islam pada tahun 2014.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Masjid-masjid di Brunei

Terlepas dari kenyataan bahwa negara Brunei sangat kecil, ada lebih dari 100 masjid besar dan megah, yang terbesar adalah masjid Omar Ali Saifuddien, yang dibangun pada tahun 1954.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Masjid Omar Ali Saifuddien disebut juga dengan  Masjid Emas

Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien yang disebut Masjid Emas, adalah sebuah masjid Islam kerajaan yang terletak di ibu kota Bandar Seri Begawan di negara ini. Masjid ini sebagai salah satu masjid spektakuler Asia sebagai salah satu objek wisata. Bangunan ini, contoh arsitektur Islam modern, selesai pada tahun 1958 dan dianggap sebagai masjid terbesar di Timur Jauh.

Arsitektur masjid ini terinspirasi oleh arsitektur Islam dan Italia yang dirancang oleh seorang arsitek Italia. Masjid ini dibangun di atas laguna buatan, dekat dengan celah Sungai Brunei, dikelilingi oleh desa biru bernama Kampung Ayer.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Kubah utama, yang merupakan fitur paling penting dari ini, ditutupi dengan emas murni dan tingginya 52 meter dan dapat dilihat dari mana saja di Bandar seri Begawan. Menara utama adalah bagian tertinggi dari masjid dan campuran gaya arsitektur Renaissance dan Italia.

Demikian juga, masjid Jame' 'Asr Hassanil Bolkiah dianggap sebagai salah satu masjid paling indah di dunia. Masjid ini memiliki 29 kubah dan lantai serta tangganya dilapisi dengan marmer Italia.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Masjid Jame' Sultan Hassanil Bolkiah

Masjid yang dikelilingi oleh pohon-pohon yang rindang ini, memiliki perpustakaan buku-buku langka dengan tema budaya, agama dan medis.

Ramadhan di Brunei

Bulan suci Ramadhan di Brunei diselenggarakan dengan penghormatan khusus. Menjelang Ramadhan, orang-orang pergi ke luar ibu kota dan menggunakan teleskop untuk melihat bulan sabit dan begitu mereka melihat, mereka pergi ke jalan-jalan dan memberi selamat satu sama lain. Dekorasi jalan-jalan, mendirikan acara buka puasa dan sahur, menggantung lentera di rumah dan membangunkan orang untuk bersahur adalah salah satu ritual Ramadhan di negara ini.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Demikian juga pada bulan ini, sang raja didampingi oleh para menteri bersama dengan orang-orang hadir di masjid kota untuk menikmati ritual keagamaan dan berpartisipasi dalam persiapan makanan untuk bersahur.

Demikian juga, selama Ramadhan, restoran dan warung makan ditutup dari sahur sampai azan Maghrib, waktu buka puasa dan mereka tidak dapat menerima pelanggan, tetapi non-Muslim dapat menyiapkan makanan dari restoran atau kantin dengan cara yang dikemas dan membawanya.

Terlepas dari kenyataan bahwa Brunei tidak menghukum non-Muslim selama bulan Ramadhan, mereka menghormati Muslim dengan tidak makan dan minum dan bahkan merokok di bulan Ramadhan dan di ruang publik.

Edukasi Alquran

Program Mushaf Nasional Brunei dipaparkan pada tahun 1992. Mushaf ini, yang ditulis dengan riwayat Hafsh bin Ashim, direvisi oleh markas Islam Al-Azhar Mesir. Selain teks Arab dari ayat-ayat, itu juga mencakup terjemahan dari 30 juz Alquran ke dalam bahasa Melayu, serta tafsir sederhana dari ayat-ayat dan penjelasan makna beberapa bagian Alquran.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Mushaf Nasional Brunei

Demikian juga, di Brunei, lebih dari 30 musabaqoh hafalan dan qiraat Alquran diadakan setiap tahun dengan tujuan publikasi budaya Alquran dan memperkuat persaudaraan dan persatuan, termasuk musabaqoh nasional hafalan dan tafsir Alquran, yang diselenggarakan kementerian urusan agama Brunei bersamaan dengan perayaan nasional Nuzulul Quran di negara ini.

Inisiatif ISESCO; Peluang untuk Menjelaskan Kapasitas Qurani Tanah Perdamaian

Musabaqoh hafalan dan qiraat Alquran di Brunei

Keberadaan markas edukasi Alquran di negara ini adalah salah satu dari kapasitas Qurani kerajaan ini. Salah satu markas ini adalah markas Alquran Nadi di distrik Bebatik Kilanas di utara negara itu.

Menurut Ashanl Muhyiddin, direktur markas Nadi, markas ini mengajarkan kepada pelajar Alquran dengan menggunakan metode populer yang dikenal sebagai al-Baghdadi, yang umum di Malaysia. Dalam metode ini, menggunakan keterampilan motorik dan indera yang mempengaruhi pembelajaran, seperti visual dan auditori.

 

http://iqna.ir/fa/news/3781345

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\