IQNA

20:58 - January 23, 2019
Berita ID: 3472837
DUBAI (IQNA) - Sebuah delegasi dari lembaga penulisan dan penerbitan Alquran Malaysia (Yayasan Restu), dengan perjalanan ke UEA, menyumbangkan sebuah naskah sepuhan Alquran Malaysia untuk lembaga internasional Alquran DIHQA.

Menurut laporan IQNA dilansir dari web surat kabar Emriat al-Bayan, sebuah delegasi dari lembaga penulisan dan penerbitan Alquran Malaysia, dengan perjalanan ke UEA, mengunjungi tempat yayasan DIHQA dan bertemu dengan Ibrahim Bu Melha, penanggung jawab komite penyelenggara musabaqoh Alquran lembaga ini.

Delegasi Malaysia ini juga mengunjungi markas manuskrip Alquran Mohammed bin Rashid, yang berada di gedung lembaga DIHQA dan melihat karya serta naskah khat markas ini dan sejarah penulisan Alquran.

Delegasi Quran Malaysia juga memberikan penjelasan tentang lembaga penulisan dan publikasi Alquran Restu dan menganggap penulsian Alquran dengan tulisan dan ornamen Arab termasuk salah satu dari tujuan lembaga ini.

Datuk Abdul Latiff Mirasa, kepala lembaga penulisan dan penerbitan Alquran Malaysia, dan direktur eksekutif lembaga percetakan Alquran yang berafiliasi dengannya, Muhammad Fazl, Direktur Jenderal Lembaga, Muhammad Anwar Abkar, Direktur Hubungan Masyarakat dan Pemasaran Lembaga, juga Abdullah Subhi Marai, Anggota Komite Peninjau lembaga percetakan Alquran Malaysia termasuk anggota dewan Alquran negara ini, yang pada akhir pertemuannya dengan Ibrahim Mohammed Bu Melha, menyumbangkan naskah sepuhan Alquran kepadanya, dengan mewakili lembaga Alquran DIHQA.

Yayasan Restu adalah organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 1998 dengan tujuan menyebarkan pesan Islam di seluruh dunia, memperkuat iman umat Islam dan menghidupkan kembali seni Islam di kota Shah Alam, memiliki workshop kaligrafi dan penyepuhan Alquran, sebuah toko untuk penjualan karya seni Alquran dan menyambut tamu dari berbagai negara di dunia.

Lembaga percetakan Alquran yang berafiliasi dengan lembaga ini juga merupakan penerbit besar pertama Alquran di Asia Tenggara dan penerbit terbesar kedua di dunia Islam setelah lembaga percetakan Alquran Raja Fahd di Madinah.

 

http://iqna.ir/fa/news/3783328

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\