IQNA

16:53 - January 28, 2019
Berita ID: 3472851
MYANMAR (IQNA) - Yanghee Lee, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Myanmar, menyerukan kepada pejabat Saudi dan India untuk tidak mengusir muslim Rohingya dari negara-negara ini.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu Arab, Yanghee Lee menyatakan keprihatinannya pada konferensi pers di Dhaka, Bangladesh, tentang pengusiran muslim Rohingya dari kedua negara dan deportasi paksa mereka ke Bangladesh.

Dia dengan mengisyaratkan rencana Saudi dan India untuk mengusir sejumlah warga Rohingya dari negara mereka dan mengirim mereka ke Bangladesh dalam waktu dekat, mengatakan: orang-orang ini telah melarikan diri dari tirani di Myanmar dan harus diperlakukan dengan tepat.

Lebih lanjut, pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Myanmar telah menyerukan pendidikan formal untuk anak-anak pengungsi Rohingya di Bangladesh, yang tidak dapat kembali ke Myanmar dalam waktu dekat.

Beberapa hari yang lalu, polisi India melaporkan penangkapan 61 muslim Rohingya dan melaporkan bahwa sejak awal tahun ini, 1.300 Muslim Rohingya telah pergi dari India ke Bangladesh karena takut dikirim ke Myanmar. Para pejabat Saudi juga berencana untuk mengusir 250 muslim Rohingya dari negaranya dan mengirim mereka ke Bangladesh.

Sejak Agustus 2017, Tentara Myanmar dan milisi Buddha melancarkan operasi militer dan pembunuhan brutal terhadap uslim Rohingya di kawasan Rakhine, dan berdasarkan sumber-sumber lokal dan internasional, ribuan warga Rohingya sejauh ini telah banyak yang meninggal dan sekitar satu juta dari mereka terpaksa kabur dari Myanmar.

Banyak pengungsi Rohingya tinggal di kamp-kamp padat penduduk di Bangladesh, dan pemerintah Myanmar tidak mengakui muslim Rohingya sebagai warga negara dan mereka menganggap mereka imigran sipil dari Bangladesh.

 

http://iqna.ir/fa/news/3784532

 

 

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\