IQNA

12:16 - March 02, 2019
Berita ID: 3472931
KARACHI (IQNA) - Pertemuan Pertukaran Pengalaman Sains dan Teknologi di Negara-negara Islam (STEP) kelima dibuka di markas internasional Ilmu Kimia dan Biologi (ICCBS) Universitas Karachi, dan menekankan peran cendekiawan perempuan di dunia Islam.

Menurut laporan IQNA dilansir dari staf humas dan informasi lembaga Musthafa (saw), pertemuan ini dibuka Rabu pagi (27/2) di universitas Karachi dan Rassoul Dinarvand, anggota dewan direktur Yayasan Musthafa (saw) dalam acara pembukaannya, mengatakan bahwa satu-satunya negara yang memiliki pengetahuan nyata adalah yang memanfaatkan teknologi, yang dilakukan untuk meningkatkan kehidupan manusia, kesejahteraan, keamanan dan kesehatan.

Anggota dewan direksi Yayasan Sains dan Teknologi Musthafa (saw) menambahkan: zaman keemasan peradaban Islam didasarkan pada upaya para peneliti yang menggunakan sabda-sabda Nabi Muhammad saw tentang sains untuk meningkatkan kehidupan masyarakat.

“Prestasi era ini menyebabkan munculnya para cendekiawan seperti Ibnu Batutah, Ibnu Sina, Ibnu Haitham, Abu Raihan Biruni, Farabi dan bahkan cendekiawan perempuan muslimah,” imbuhnya.

Anggota dewan direksi yayasan Musthafa dengan menekankan pentingnya pengetahuan di dunia saat ini, mengatakan bahwa nilai dan kredibilitas masing-masing setiap negara didasarkan pada pemanfaatan mereka dari pengetahuan dan wawasan.

Cendekiawan Muslim; Sebuah Tauladan untuk Kaum Muda

Merujuk pada kehadiran para cendekiawan dunia Islam, khususnya Profesor Jackie Ying dari Singapura dan pemenang Musthafa Award (2015), pada pertemuan STEP kelima di negara-negara Islam, mereka disebut sebagai panutan bagi pemuda Muslim dan berkata: "Yayasan Musthafa dengan bangga disamping memperkenalkan para cendekiawan ke dunia, juga memperkenalkan upaya-upaya mereka ke masyarakat dunia."

Seorang anggota fakultas Universitas Ilmu Kedokteran Teheran menambahkan bahwa yayasan Musthafa (saw) berkomitmen untuk bekerja guna meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat melalui dukungan para cendekiawan muda.

Mengacu pada kegiatan lain dari yayasan Musthafa untuk Sains dan Teknologi, ia berkata, "Sejumlah prestasi ilmiah sedang dipaparkan dengan lebih baik oleh komunitas melalui pertukaran informasi dan komunikasi antara cendekiawan.

Menurut Dinarvand, meningkatkan kesadaran publik akan sains dan teknologi, melatih dan menciptakan lingkungan yang sesuai untuk penelitian di bidang sosial, membangun jejaring di antara para cendekiawan Muslim, mengenal para cendekiawan dan menciptakan kerja sama ilmiah dan teknologi di tingkat internasional termasuk salah satu dari tujuan pertemuan STEP dan EISA.

Mengacu pada pertemuan STEP sebelumnya di Iran, Malaysia dan Oman, ia menekankan: meningkatkan tingkat kerjasama dan sinergi dengan penekanan pada tingkat teknologi tinggi dipertimbangkan dalam pertemuan STEP dan sesi kelima STEP diselenggarakan dengan menekankan peran cendekiawan perempuan di dunia Muslim.

Pembentukan Pertemuan Komite Perempuan Yayasan Musthafa

Anggota dewan direksi yayasan Musthafa (saw) menyatakan bahwa yayasan ini menggunakan kemampuan perempuan di pelbagai bidang, demikian juga telah dibentuk komite di bidang ini, dimana pertemuan komite perempuan akan diadakan pada periode STEP ini.

Mengacu pada pertemuan EISA, Dinarvand juga mengingatkan: Hubungan antara cendekiawan dan pemilik industri memiliki hubungan yang sangat penting dan mencakup pelbagai program, seperti lab inovasi, pameran prestasi perusahaan saat ini, dan pertemuan bisnis.

Dia mengakhiri pidatonya dengan menjelaskan hadis dari Rasulullah saw tentang pentingnya sains dan urgensi pertukarannya dan berkata: “Nabi Islam (saw) mengatakan bahwa seseorang yang memiliki pengetahuan tetapi tidak berbagi itu seperti seseorang yang memiliki harta benda; tapi tidak mengeluarkannya.”

Sesi kelima STEP Pertukaran Pengalaman Sains dan Teknologi di Negara-negara Islam dalam subkategori penyakit menular dan tidak menular di bidang pencegahan, diagnosis dan pengobatan di universitas Karachi dan terus berlanjut hingga 2 Maret.

Salah satu kegiatan kunci dari pertemuan STEP kelima di negara-negara Islam adalah penekanan pada peran cendekiawan perempuan Muslimah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan tingkat kehadiran mencolok  mereka pada pertemuan tersebut.

Pertemuan STEP ini membahas tantangan dunia Islam di bidang kesehatan dan mengkaji pendekatan dan pencapaian obat terbaru untuk mengatasi tantangan-tantangan ini.

Di sela-sela pertemuan STEP kelima di negara-negara Islam, juga diselenggarakan pameran pengenalan industri ketiga dengan prestasi para cendekiawan di dunia Islam dan sejumlah perusahaan dan investor, bersama dengan insinyur dan cendekiawan yang telah memperoleh kesuksesan dalam produk dan layanan baru, akan bertemu dalam pertemuan empat hari ini. Pertemuan EISA bersamaan dengan pertemuan STEP akan berlanjut hingga 2 Maret di universitas Karachi.

Pertemuan STEP di negara-negara Islam akan memberikan kesempatan bagi para cendekiawan dari negara-negara Islam dan para sarjana dari dunia Islam untuk bertemu dan berbagi prestasi dan pengalaman sukses mereka dengan satu sama lain serta presentasi para cendekiawan muda.

 

http://iqna.ir/fa/news/3793849

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\