IQNA

OKI:
15:32 - March 03, 2019
Berita ID: 3472934
IRAN (IQNA) - OKI mengumumkan bahwa kekerasan dan diskriminasi terhadap Muslim mencapai puncaknya pada tahun 2018.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs al-Yaman, Pengawas Islamofhobia di OKI dalam laporan tahunannya yang ke dua belas menulis: Ketakutan terhadap Islam, karena dominasi beberapa tokoh atau partai, telah berubah menjadi bagian tak terpisahkan dari politik beberapa negara.

Dalam laporan ini, yang mencakup periode dari Juni 2018 hingga Januari 2019, menyatakan: setelah Islamofobia menurun pada tahun 2017, gelombang baru fenomena ini akan muncul kembali pada tahun 2018.

Sejumlah laporan dan berita mengabarkan kekhawatiran tentang kekerasan terhadap Muslim. Jumlah serangan terhadap masjid dan pusat-pusat pertemuan Muslim, terutama di Eropa dan Amerika Serikat, telah meningkat.

Laporan itu menulis: "Fenomena Islamofhobia telah muncul sebagai reaksi irasional oleh beberapa negara dalam menghadapi radikalisme."

Kepala Organisasi Kerjasama Islam, Yusuf bin Ahmad al-Utsaimin, dalam pengantar laporan tersebut, yang akan dipresentasikan pada pertemuan menteri luar negeri negara-negara anggota ke empat puluh enam, menambahkan organisasi itu sedang berusaha meningkatkan kesadaran global akan bahaya Islamofhobia dan kekerasan terhadap Muslim.

 

http://iqna.ir/fa/news/3794153

 

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\