IQNA

IQNA:
19:20 - July 31, 2019
Berita ID: 3473319
IRAN (IQNA) - Grup band Al-Farabi di Malaysia adalah salah satu kelompok seni di negara itu yang berusaha memublikasikan nilai-nilai Islam dengan menggunakan bahasa seni. Demikian juga, kelompok itu mengerjakan salat secara berjamaah di dalam studio tempat perekaman program-program mereka.

Malaysia adalah salah satu negara Islam Asia Tenggara di mana Islam adalah agama resmi dan lebih dari setengah penduduknya adalah Muslim. Islam memasuki negeri itu pada abad pertama Masehi (dengan kehadiran pedagang Iran dan Arab). Kehadiran para habaib di antara para pedagang bersamaan dengan masuknya Islam ke tanah ini, menjadi ranah pengenalan orang-orang Melayu dengan Ahlulbait (as). Tidak ada angka akurat untuk populasi Syiah Malaysia, dan diperkirakan antara 2.000 - 5.000 orang.

Agama-agama lain seperti Kristen, Budha, Hindu, dan beberapa agama primitif juga memiliki pengikut.

Hampir semua masyarakat Malaysia adalah Muslim dan bermazhab Syafi’i dan minoritas Syiah. Muslim Malaysia memberikan perhatian khusus pada Ahlulbait (as) dan doa, juga pengikut mazhab Sunni lainnya sangat sedikit. Minoritas Syiah juga tinggal di negara ini.

Band Malaysia Al-Farabi, Penyebar Islam dengan Bahasa Seni

Masjid jami’ Kuala Lumpur adalah salah satu masjid tertua di Malaysia dan salah satu indikator utama identitas Islam penduduk negara ini. Masjid ini dibangun pada tahun 1907.

Di negara ini, ada grup band bernama Al-Farabi, seorang ilmuwan dan filsuf Iran yang hebat yang metodenya adalah kombinasi dari etika Islam dan musik, yang tujuan utamanya adalah untuk menyebarkan dan memublikasikan nilai-nilai agama Islam.

Menurut laporan Al-Quds al-Arabi, sejumlah insinyur telah mendirikan pemograman  grup band Al-Farabi, yang berbasis di ibukota, Malaysia, di Kuala Lumpur, dan band ini telah memilih gaya tertentu untuk karya musiknya. Band ini terdiri dari Nazri Alias, pendiri band dan penanggung jawab irama gitar, dan istrinya, Fazrina Ghazali, (bass), Nasaie Nawawi (vokalis), Kamarul Borhan (gitar dan vokal), dan Adie Wadi Ahmad (dram).

Band ini memiliki banyak penggemar di dalam dan luar Malaysia, termasuk di negara-negara Muslim Asia Tenggara dan berusaha untuk memublikasikan ajaran dan nilai-nilai Islam dengan memanfaatkan gaya musik Heavy Metal.

Warna Pakaian

Anggota grup band Al-Farabi sering memakai warna hitam, karena warna hitam dianggap sebagai warna biasa di band rock, tetapi ada beberapa ornamen Islami pada pakaian band tersebut. Alih-alih "666", yang biasanya dipilih oleh band-band rock sebagai kode, Al-Farabi telah memilih "313" sebagai kodenya. Angka ini merujuk pada jumlah Muslim yang berpartisipasi dalam Pertempuran Badar bersama dengan Nabi saw pada tahun 624 Masehi.

Anggota band ini dalam membuat musik dan lagu-lagu mereka terinspirasi dari "Abu Nasir Al-Farabi", seorang sarjana dan filsuf Muslim Iran (872 - 950 M), yang karenanya mereka memilih nama "Al-Farabi" untuk band mereka dan dalam konsernya mereka menggunakan penutup kepala untuk menghormati cendekiawan besar ini. Sejauh ini band tersebut telah merilis tiga album musik dan saat ini tengah merekam album baru mereka di kota Shah Alam, Malaysia.

Band Malaysia Al-Farabi, Penyebar Islam dengan Bahasa Seni

Seiring dengan kegiatan musik, anggota band Al-Farabi melakukan kegiatan keagamaan mereka di studio dan melaksanakan salat secara berjamaah. Mereka juga melakukan kegiatan mereka berdasarkan spirit semangat kerja sama dan saling tolong menolong yang ditekankan oleh agama Islam. Nazri Alias, pendiri band Al-Farabi Band, percaya musik tidak dapat dipisahkan dari Islam.

Prinsip Paling Menonjol

“Tidak mungkin memisahkan keterampilan dan kemampuan dari gaya hidup kami, dan kami percaya bahwa bermain musik adalah karunia dari Allah swt. Jadi kami berkomitmen untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi semua orang,” ucapnya.

Menurut Alias, fondasi dan prinsip band yang paling menonjol adalah melakukan karya-karya positif, motivasi yang memadukan tradisi dan modernitas; tujuan mereka juga menyampaikan perannya kepada semua pecinta musik Heavy Metal di seantero dunia.

Fazrina Ghazali, gitaris dan bass untuk band Al-Farabi, mengatakan: “Ilmuwan Muslim Abu Nasir Al-Farabi sangat peduli dengan musik dan telah menulis banyak karya di bidang ini.”

Ghazali mengatakan tentang penamaan kelompok itu dengan nama Abu Nasir Al-Farabi, seorang sarjana dan filsuf Muslim, mengatakan: “Ini dilakukan untuk menyadarkan orang akan pentingnya gagasan-gagasan Al-Farabi dan kontribusinya pada agama Islam.”

Nasaie Nawawi juga mengatakan: “Reaksi terhadap karya Al-Farabi kadang-kadang positif dan menghargai, dan kadang-kadang negatif, dan anggota band ini dituduh dengan Yahudisme oleh sekelompok fanatisme karena jenis pakaian kita.”

“Banyak yang memutuskan untuk mengenal Islam dengan menghadiri konser Al-Farabi dan mendengarkan musik band,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Kamarul Borhan (gitar dan vokal), juga menekankan: Dalam aktivitas musik kami, kami didasarkan pada gagasan "Abu Nasir Al-Farabi"; menurut cendekiawan muslim ini, dunia hanya sebuah sarana dan Allah adalah tujuan asli kehidupan. Jadi kami mengambil bantuan dari sarana untuk mencapai tujuan.

Di penghujung, ia mengisyaratkan: Selain Malaysia, Al-Farabi telah mengadakan konser di banyak negara Asia seperti Indonesia dan Singapura dan berencana mengadakan konser di seluruh dunia untuk menarik lebih banyak penonton.

Band Malaysia Al-Farabi, Penyebar Islam dengan Bahasa Seni

Band Malaysia Al-Farabi, Penyebar Islam dengan Bahasa Seni

Band Malaysia Al-Farabi, Penyebar Islam dengan Bahasa Seni

Band Malaysia Al-Farabi, Penyebar Islam dengan Bahasa Seni

Band Malaysia Al-Farabi, Penyebar Islam dengan Bahasa Seni

http://iqna.ir/fa/news/3829140

 

Kunci-kunci: Iran ، Malaysia ، Al-Farabi ، Penyebar Islam ، Bahasa Seni
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\