IQNA

7:52 - September 16, 2019
Berita ID: 3473437
KASHMIR (IQNA) - Menurut seorang dokter India di Jammu dan Kashmir, yang dikontrol India, jumlah kematian akibat serangan jantung di daerah itu telah meningkat secara dramatis dalam dua bulan terakhir, karena terputusnya saluran telepon dan tidak adanya layanan darurat.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Anadolu, dokter ini, yang bekerja di sebuah rumah sakit di Srinagar, Jammu dan Kashmir, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan majalah India: “Pada bulan Agustus dan September, kami menyaksikan peningkatan jumlah pasien serangan jantung di Srinagar, dengan rata-rata 8 hingga 10 kasus per hari, yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Majalah itu demikian juga mengutip dari para dokter Kashmir yang menyebutkan mereka tidak mengetahui berapa banyak orang yang meninggal di rumah mereka karena kurangnya fasilitas komunikasi dan layanan darurat, sementara juru bicara pemerintah India, Rohit Kansal mengklaim 80.000 jalur darat terhubung, yang kebanyakan orang di Kashmir mengatakan tidak dapat menggunakan jalur tersebut.

Perlu diingat bahwa pada tanggal 5 Agustus, India menghapuskan Pasal 370 dari konstitusinya, yang memberi Jammu dan Kashmir hak istimewa, yang diikuti oleh undang-undang larangan hilir mudik, memutus saluran telepon, Internet, dll. Ini telah menyebabkan banyak masalah di daerah tersebut dan telah memicu protes besar-besaran.

 

http://iqna.ir/fa/news/3842203

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\