IQNA

10:24 - October 19, 2019
Berita ID: 3473529
DELAWARE (IQNA) - Seorang perempuan Muslimah di Delaware menggugat atasannya karena melanggar prinsip kebebasan beragama.

Menurut laporan IQNA dilansir dari surat kabar www.usatoday.com, Medina Brown melakukan wawancara kerja untuk bekerja di sebuah penjara di bagian Delaware pada 2011 dengan mengenakan hijab dan lamaran pekerjaannya ditolak.

Tahun berikutnya, dengan anjuran salah seorang temannya, ia pergi ke sesi wawancara tanpa hijab, permintaannya diterima dan dia bekerja di penjara tersebut.

Tetapi ketika dia memutuskan untuk mengenakan hijab atas perintah agamanya pada tahun 2014, atasannya tidak mengizinkannya untuk bekerja.

Dalam komplainnya, Brown menulis bahwa atasannya melontarkan teriakan mengapa terlihat seperti seorang teroris.

Dengan mengecam tindakan Islamofhobia ini, Dewan Hubungan Amerika-Islam menyebutnya sebagai contoh nyata diskriminasi agama.

Dewan ini dalam sebuah pernyataan menekankan bahwa administrasi penjara bagian Delaware tidak memiliki hak untuk melarang karyawan Muslimnya untuk mengenakan hijab.

 

https://iqna.ir/fa/news/3850771

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\