IQNA

7:45 - December 19, 2019
Berita ID: 3473745
INDIA (IQNA) - Beberapa perempuan Muslim yang telah menghalangi serangan polisi terhadap seorang mahasiswa yang memprotes undang-undang kewarganegaraan telah menjadi simbol protes Muslim India terhadap undang-undang tersebut.

Menurut laporan IQNA dilansir dari situs Perancis, baru-baru ini, sebuah video beberapa perempuan Muslim India yang menghalangi polisi menyerang seorang pria muda yang memprotes undang-undang diskriminatif kewarganegaraan telah diposting di media sosial India.

Dalam video tersebut, empat perempuan mengelilingi seorang pria muda yang menjadi sasaran serangan pasukan polisi dan mencegahnya agar tidak dilukai. Mereka kemudian memperingatkan polisi untuk tidak mendekat.

Setelah gambar-gambar ini dirilis, berbagai media mewawancarai para perempuan tersebut. "Kami tidak takut pada pemerintah ini, polisi atau siapa pun," kata Aisha Ra’na (22), seorang mahasiswa sejarah, saat mengatakan kepada saluran televisi India.

Amnesty International menekankan di hari kemarin bahwa mahasiswa India memiliki hak untuk memprotes dan bahwa kekerasan terhadap para demonstran sama sekali tidak dibenarkan.

Pekan lalu, Parlemen India mengeluarkan undang-undang yang akan memfasilitasi perolehan kewarganegaraan India bagi penganut pelbagai agama dari negara tetangga India selain Muslim. Aktivis Muslim India melihat undang-undang tersebut sebagai langkah anti-Islam lain oleh pemerintah Perdana Menteri, Narendra Modi untuk meminggirkan Muslim.

 

https://iqna.ir/fa/news/3864778

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\