IQNA

14:20 - December 23, 2019
Berita ID: 3473766
INDIA (IQNA) - Cucu Gandhi adalah salah satu tokoh terkemuka yang telah mendukung pemrotes terhadap undang-undang kewarganegaraan yang baru dan menyerukan pencabutan undang-undang tersebut.

Menurut laporan IQNA dilansir dari The Guardian, Tushar Arun Gandhi, cucu besar pemimpin pembebasan India, Mahatma Gandhi, adalah tokoh terbaru yang bergabung dalam protes menentang hukum kewarganegaraan negara itu.

Tushar Gandhi mengatakan: “Untuk pertama kalinya di India yang merdeka, sedang dibuat undang-undang untuk menjalankan diskriminasi berdasarkan agama.”

Tushar Gandhi, yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk memublikasikan warisan kakeknya dan menjalankan Yayasan Mahatma Gandhi di Mumbai, mengatakan: “Dengan disetujuinya undang-undang baru kewarganegaraan, sesuatu telah berubah. Dalam sepuluh tahun, negara ini tidak akan lagi menjadi India. Ini akan menjadi pemerintahan diktator yang menggunakan proses demokrasi dan ini berbahaya.”

Undang-undang kewarganegaraan yang baru, yang disahkan oleh parlemen India pada pekan lalu, memberikan pencari suaka non-Muslim ke India yang telah tinggal di India selama lima tahun, tetapi tidak mengakui hak ini untuk umat Islam. Banyak yang percaya undang-undang itu diskriminatif terhadap Muslim dan menjadikan mereka warga negara kelas dua.

 

https://iqna.ir/fa/news/3865802

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\