IQNA

Surat Kabar The Independent dalam Sebuah Analisis:
11:23 - January 08, 2020
Berita ID: 3473828
IRAN (IQNA) - Dalam sebuah analisis, surat kabar The Independent menggambarkan narasi pejabat AS tentang Iran dan Jenderal Qasem Soleimani untuk opini publik Amerika sebagai hal yang lugu dan menekankan perlunya revisi dalam hal ini.

Menurut laporan IQNA, surat kabar The Independent telah menerbitkan analisis Carly Pearson, profesor hukum internasional di Universitas Semenanjung Yukatan di Meksiko, yang menyebutkan, dalam beberapa hari terakhir, ada banyak laporan perkembangan di Iran dan Irak. Ratusan ribu orang datang ke jalan-jalan Teheran guna berkabung atas syahidnya Jenderal Soleimani, yang datang ke Irak pada hari Jumat sebagai bagian dari delegasi yang dibunuh oleh pasukan AS. Pada hari Ahad, parlemen Irak memutuskan untuk mengusir pasukan AS dari negara itu, dan pemerintah Iran mengumumkan akan menghapus semua pembatasan Barjam.

Penulis kemudian mengisyaratkan bahwa AS menarik diri dari kesepakatan pada 2018 dengan dalih Barjam tidak membahas masalah rudal balistik Iran dan perannya dalam perkembangan regional. Dia mengutip wawancara Neda Balourchi, seorang profesor studi Timur Tengah di Universitas Rutgers di New Jersey, yang mengatakan bahwa setelah Amerika Serikat keluar dari Barjam mengatakan Iran memiliki hak untuk marah. Teheran telah berpartisipasi dalam pembicaraan 5 +1 dengan itikad baik, tetapi sekarang, karena pembatalan AS, Teheran tidak dapat menikmati semua manfaatnya.

Pearson lebih lanjut dengan mengisyaratkan justifikasi Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo atas pembunuhan pejabat tinggi militer Iran sebagai langkah untuk memblokir rencana Soleimani untuk membunuh pasukan AS di Irak menulis, Pompeo tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaim ini dan ancaman Trump untuk menyerang situs budaya Iran berdasarkan Pasal 38 dan 40 Konvensi Jenewa mencakup definisi kejahatan perang.

Di sisi lain, Balourchi mengatakan tentang peran Soleimani di Irak, Soleimani telah berperang melawan ISIS sejak Amerika Serikat menarik tentaranya pada tahun 2014.

Lebih lanjut, Pearson menulis bahwa para pejabat AS memberikan narasi paling lugu tentang perkembangan dunia kepada orang-orang di negara ini. Mereka mengklaim bahwa Amerika mempromosikan demokrasi di seluruh dunia dan bahwa Iran adalah negara yang bermusuhan dan ekstremis. Namun, sejak 1953, Amerika Serikat terus melakukan intervensi dalam urusan Iran dengan bantuan kudeta terhadap pemerintahan sah Mosaddegh.

 

https://iqna.ir/fa/news/3869871

Kunci-kunci: Iran ، Sebuah Analisis ، Narasi Palsu ، Amerika
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\