IQNA

10:14 - January 15, 2020
Berita ID: 3473847
MALAYSIA (IQNA) - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan: Kritik atas kebijakan New Delhi terhadap Muslim di Kashmir dan bagian lain di India masih terus berlanjut.

Menurut laporan IQNA dilansir dari Freemalaysiatoday, selama konferensi pers di Kuala Lumpur, Perdana Menteri Malaysia menyatakan sikapnya atas kritik kebijakan India tentang Kashmir dan undang-undang kewarganegaraan, sementara juga prihatin dengan sejumlah laporan terkait sanksi impor minyak sawit Malaysia oleh India.

"Tentu saja, kami khawatir tentang ini karena kami menjual banyak minyak sawit ke India. Di sisi lain, kita harus eksplisit dan mengatakannya ketika ada sesuatu yang salah. Jika kita membiarkan kesalahan berlanjut dan hanya memikirkan uang, banyak hal salah yang akan dilakukan," katanya.

Reuters mengutip beberapa sumber yang mengatakan bahwa Perdana Menteri, Narendra Modi berencana untuk menjatuhkan sanksi terhadap Malaysia menyusul kritik Mahatir Mohamad baru-baru ini.

Perdana Menteri Malaysia baru-baru ini mengkritik kebijakan India di Kashmir dan diskriminasi terhadap imigran Muslim di negara itu, dengan mengatakan bahwa tindakan ini menyebabkan ketidaksenangan banyak orang India.

Mahathir Mohamad, demikian juga mengkritik sanksi AS terhadap Iran dan mengatakan: “Saya tidak percaya pada sanksi, karena ketika Anda memberi sanksi pada suatu negara, banyak orang yang dirugikan. Iran dan Amerika Serikat harus menyelesaikan masalah mereka dengan bernegosiasi, bukan dengan terlibat dalam perang.”

 

https://iqna.ir/fa/news/3871476

Kunci-kunci: Malaysia ، Mengkritik ، Kebijakan ، Anti Muslim
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
\