IQNA

Berita Corona di Dunia/
11:27 - April 01, 2020
Berita ID: 3474088
TEHERAN (IQNA) - Pakar Cina memperingatkan karantina yang salah di sebagian besar negara di dunia, peningkatan jumlah kasus corona di Palestina menjadi 118 orang, pembatalan pasar Ramadan di Malaysia, karantina 14 hari di kota-kota besar Nigeria, tidak adanya virus di beberapa negara Asia dan Afrika, kemungkinan terjangkitinya virus corona ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS dan penekanan perlunya gencatan senjata di Suriah, termasuk berita-berita tentang virus corona di seluruh dunia.

Situs Euro News melaporkan, sekelompok pakar Cina yang melakukan perjalanan ke Eropa untuk konsultasi menekankan bahwa karantina yang efektif harus mencakup semua pasien penderita corona, bahkan mereka yang memiliki gejala ringan.

Kelompok pakar Cina yang saat ini hadir di Italia, dengan berbagi pengalaman mereka tentang karantina kota Wuhan, Cina menjelaskan bahwa mereka juga melakukan kesalahan pada awal rencana karantina untuk mengurangi tekanan pada sistem kesehatan dan perawatan di kota Wuhan hanya menerima pasien dengan kondisi akut dan membiarkan pasien lain dengan gejala ringan dirawat di rumah.

Liang Zhong, kepala departemen pernapasan Rumah Sakit Universitas Sichuan, yang merupakan anggota kelompok tersebut, mencatat pada saat itu bahwa tidak dipahami dengan baik bahwa orang yang tidak menderita penyakit akut, seberapa banyak dapat menularkan, tetapi sekarang kami yakin orang-orang dengan gejala ringan, ketika mereka tinggal di rumah, mereka tidak hanya menginfeksi anggota keluarga tetapi juga membiarkan virus menyebar dengan mudah ke orang lain karena mereka diizinkan meninggalkan rumah dalam keadaan darurat.

Para pakar Cina menjelaskan bahwa ketika diketahui bahwa 80% dari kasus baru dibuat oleh orang yang dikarantina di rumah, mulai mengkarantina semua penderita ringan di rumah sakit yang dilengkapi dan stadion di Wuhan sejak awal Februari, sebuah langkah untuk mengurangi penyebaran virus yang signifikan sampai-sampai mengakibatkan penurunan pasien, yang dimulai Desember lalu, akhirnya mencapai ke nol pada bulan Maret.

Virus corona sejauh ini telah menginfeksi lebih dari 785.000 orang di seluruh dunia, di antaranya lebih dari 37.000 telah meninggal. Banyak negara yang terjangkiti covid-19, termasuk Iran, telah memberlakukan pembatasan-pembatasan umum, dan beberapa, seperti Prancis dan Italia, mulai mengkarantina banyak orang demi mengurangi konektivitas sosial, tetapi di sebagian besar negara ini pasien dengan gejala ringan masih direkomendasikan untuk tetap tinggal di rumah selama pemulihan dan menolak pergi ke pusat medis, sebuah praktik yang menurut para ahli Cina tidak efektif.

Jumlah Warga Palestina yang Terjangkit Corona Mencapai 118 Orang

Menurut pusat informasi Palestina, seorang juru bicara pemerintah Palestina di Ramallah dalam sebuah pernyataan pers mengatakan, seorang warga Palestina yang tinggal di Ramallah telah terinfeksi dan di karantina.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza tadi malam melaporkan satu warga lagi telah terjangkit virus corona.

Dari Peringatan Cina tentang Cara yang Salah dalam Karantina sampai Negara-negara Tanpa Virus

Kementerian ini mengatakan bahwa hasil tes corona warga lain yang dikarantina di Jalur Gaza adalah positif dan jumlah orang yang terjangkit virus corona sekarang telah mencapai sepuluh orang, yang kondisi kesemuanya baik-baik saja.

Setelah kembali ke Jalur Gaza, warga Palestina dites di penyeberangan Rafah dan diketahui terjangkiti corona dan langsung dikarantina dan tidak memiliki kontak dengan siapa pun.

Dengan demikian, jumlah total orang yang terinfeksi virus corona di Palestina telah meningkat menjadi 118 orang, dimana 108 dari mereka di Tepi Barat dan 10 orang di Jalur Gaza.

Sejauh ini hanya satu warga Palestina di Tepi Barat yang mati karena virus itu.

Negara-negara tanpa Corona

Situs Arabi21 melaporkan bahwa negara-negara Afrika seperti Malawi, Burundi, Sudan Selatan, Sierra Leone, Kepulauan Komoro, Lesotho, Sao Tome dan Principe dan negara-negara Asia Utara, Tajikistan dan Turkmenistan adalah beberapa negara yang masih tidak terlihat virus corona.

Dari Peringatan Cina tentang Cara yang Salah dalam Karantina sampai Negara-negara Tanpa Virus

Negara-negara seperti Kepulauan Solomon, Kepulauan Marshall, Samoa, Tonga, Tuvalu, dan Nauru di Lautan juga termasuk negara yang tidak terjangkiti virus corona.

Pembatalan Pasar Ramadan di Malaysia

Demikian juga, Ilyas Razaq, ketua Komite Kesehatan dan Lingkungan di Tarengganu, Malaysia, mengumumkan penutupan semua pasar Ramadan di bulan Ramadan tahun ini.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa sejak pembatasan hilir mudik di semua kawasan negara telah diperpanjang hingga 14 April, yakni 10 hari sebelum awal bulan suci Ramadan, dan mengingat keadaan saat ini, karena penyebaran virus corona, keputusan terbaik Negara adalah membatalkan semua pasar Ramadan tahun ini.

Dari Peringatan Cina tentang Cara yang Salah dalam Karantina sampai Negara-negara Tanpa Virus

Sebuah pernyataan dari Komite Kesehatan dan Lingkungan pemerintah propinsi Terengganu mengatakan: "Pemerintah telah meminta semua otoritas lokal untuk memberantas virus Corona untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membatalkan pasar Ramadan."

Karantina 14 hari di kota-kota besar Nigeria

Situs Aljazeera melaporkan, di negara paling padat penduduknya di Nigeria, Afrika, ibukota dan beberapa kota besar, termasuk Lagos dan Abuja, dan populasi sekitar 30 juta, dikarantina untuk melawan wabah virus corona.

Dari Peringatan Cina tentang Cara yang Salah dalam Karantina sampai Negara-negara Tanpa Virus

Sejauh ini, 131 orang telah terpapar corona di Nigeria dan dua orang telah meninggal.

Karena itu, semua warga negara harus tinggal di rumah dan perjalanan dibatalkan dan semua pekerjaan diliburkan.

Pengumuman itu menakutkan banyak orang dan penduduk Lagos pergi ke toko-toko untuk membeli makanan.

Ketua Kongres AS Kemungkinan Terpapar Corona

Di sisi lain, perwakilan Kongres dari New York, Nadia M. Velasquez mengumumkan kemungkinan tertular virus Covid-19, dimana hal ini membahayakan banyak anggota Kongres lainnya, termasuk anggota Kongres AS, Nancy Pelosi.

Menurut laporan itu, Velasquez mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia telah dirujuk ke dokter karena sakit otot, demam, mimisan, dan perut yang tiba-tiba.

Dari Peringatan Cina tentang Cara yang Salah dalam Karantina sampai Negara-negara Tanpa Virus

Menurut laporan itu, semua gejala lain yang telah dilihat anggota kongres ini di tubuhnya, termasuk hilangnya indera penciuman dan rasa, adalah gejala yang berhubungan langsung dengan penyakit virus corona.

Setelah mendengar gejala penyakit anggota Kongres ini, dokter memutuskan bahwa anggota Kongres ini kemungkinan terinfeksi virus corona.

Velasquez saat ini dikarantina di rumahnya dan mengkonsumsi Tylenol, dan mengklaim bahwa gejalanya sangat ringan, serta mengatakan tidak perlu untuk melakukan  tes corona pada saat ini.

Kasus penyakit Velazquez begitu rumit dan pelik dimana ia hadir di Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Jumat lalu untuk memberikan suara pada anggaran $ 2 triliun untuk melawan corona dan memiliki hubungan dekat dengan rekan-rekan lainnya, termasuk Pelosi.

Laporan itu melanjutkan, bahwa Velazquez bahkan hadir pada acara yang dihadiri oleh para pemimpin partai untuk menandatangani RUU di atas, dan foto-foto yang diterbitkan menunjukkan bahwa Velazquez sangat dekat dengan Pelosi.

Penekanan Perlunya Gencatan Senjata di Suriah untuk Memerangi Corona

Situs Arabi21 melaporkan, Geir Pedersen, utusan PBB untuk Suriah, menyerukan gencatan senjata segera di negara itu untuk memerangi Corona.

Dia juga meminta komunitas internasional untuk membantu warga Suriah di semua bagian negara itu untuk memerangi virus corona.

Dari Peringatan Cina tentang Cara yang Salah dalam Karantina sampai Negara-negara Tanpa Virus

Berbicara melalui konferensi video pada pertemuan Dewan Keamanan, Pedersen mengatakan: “Suriah berada dalam risiko besar karena kepadatan penduduk di kamp-kamp pengungsi dan penahanan, administrasi yang buruk di beberapa daerah dan bahkan kurangnya manajemen di beberapa daerah.”

Dengan mengulang kembali pernyataan Antonio Guterres, sekretaris jenderal PBB tentang perlunya gencatan senjata segera dan menyeluruh di seluruh Suriah, Pedersen mengatakan: "Kami membutuhkan periode ketenangan berkelanjutan untuk membangun gencatan senjata dan untuk menyediakan kerjasama di semua jalur kontak di tanah Suriah.”

Kematian Pertama Militer AS Karena Covid-19

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) telah mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan kematian pertama akibat virus corona di antara pasukan Negara ini.

Pernyatan itu menyebutkan, seorang anggota Garda Nasional Angkatan Darat di New Jersey dirawat di rumah sakit setelah tes positif corona pada 21 Maret.

CNN News sebelumnya melaporkan, yang menukil dari dari seorang pejabat Angkatan Laut AS bahwa tes corona 25 pelaut negara ini adalah positif, yang semuanya hadir di dek kapal induk Theodore Roosevelt.

Dari Peringatan Cina tentang Cara yang Salah dalam Karantina sampai Negara-negara Tanpa Virus

Pejabat Angkatan Laut AS mengatakan bahwa kasus baru kemungkinan akan berkembang di antara awak Angkatan Laut Roosevelt. Namun, seorang pejabat lain mengatakan kepada CNN bahwa Departemen Pertahanan mungkin tidak akan secara spesifik menentukan berapa banyak orang yang telah terinfeksi virus corona di kapal Angkatan Laut ini karena mereka khawatir bahwa rivalnya seperti Cina dan Korea akan menyerang kapal itu.

Penderita Corona Meningkat 800.000 Orang

Statistik resmi dari pemerintah di seluruh dunia menunjukkan bahwa jumlah orang yang terinfeksi virus corona kini telah melampaui 800.000 orang.

Statistik gabungan dari pemerintah di seluruh dunia menunjukkan bahwa Minggu, pada pukul 16:30 waktu Teheran, jumlah pasien virus corona di dunia telah melampaui 800.000 kasus.

Amerika Serikat memiliki jumlah terbesar pasien corona di dunia, dengan lebih dari 160.000 orang.

Di sisi lain, setengah lebih dari 800.000 orang yang terpapar virus corona telah dikonfirmasi oleh dokter, tinggal dari negara-negara Eropa.

Cina, yang diperkenalkan media barat sebagai sumber wabah corona, sekarang menempati urutan keempat di dunia dalam hal jumlah orang yang terinfeksi - setelah AS, Italia, dan Spanyol.

Menurut statistik terbaru yang dirilis oleh worldometer, jumlah korban virus corona di berbagai negara di dunia telah meningkat menjadi lebih dari 39.000 orang dan diperkirakan jumlah ini akan meningkat mencapai 40.000 orang.

Sejauh ini, lebih dari 170.000 pasien corona telah pulih di seluruh dunia, dan pengobatan untuk pemulihan 590.000 lainnya masih terus berlangsung.

Penyakit covid-19, yang dinyatakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai epidemi di seluruh dunia, telah menyebar ke lebih dari 200 negara dan pelbagai benua dunia. (hry)

 

3888352

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\