IQNA

Wawancara IQNA dengan Pakar Filsafat Islam Indonesia:
9:06 - April 14, 2020
Berita ID: 3474126
TEHERAN (IQNA) - Dr. Khalid al-Walid adalah seorang pemikir dan peneliti Muslim di Indonesia yang percaya bahwa Islam dapat menjawab kesenjangan spiritual dan psikologisnya, mengingat keadaan dunia saat ini, di mana manusia mengalami krisis spiritual yang parah, tetapi ajaran Ahlulbait (as), yang merupakan mazhab sistematis, memiliki jawaban terbaik untuk dahaga spiritual manusia kontemporer.

Kondisi masyarakat manusia saat ini di seluruh dunia telah berubah karena penyebaran corona, dan keterasingan paksa dari kondisi-kondisi ini telah menyebabkan orang merasa lebih hampa dan tanpa tujuan daripada sebelumnya. Dengan itu semua, orang berusaha untuk mengatasi krisis ini dengan berperantara pada kepercayaan agama dan ideologis mereka. Dengan kata lain, krisis global ini dan isu-isu serupa tidak melemahkan spiritual orang-orang ini, tetapi juga membawa mereka lebih dekat dengan agama dan keyakinan-keyakinan spiritual.

Dr. Khalid al-Walid adalah seorang pemikir dan peneliti Muslim Indonesia yang percaya bahwa Islam dapat menyelesaikan masalah ini. Ia menerima gelar Ph.D dalam bidang Filsafat Islam dari Universitas Negeri Syarif Hidayatullah di Jakarta pada tahun 2008 dan saat ini sedang meneliti berbagai masalah yang berkaitan dengan Filsafat Islam di STIFI Sadra Indonesia. Dalam sebuah wawancara dengan IQNA, Dr. Khalid al-Walid berbicara tentang peran Islam di era sekarang dan sejauh mana agama ini responsif terhadap kebutuhan ruh dan spiritual manusia, yang hasilnya adalah sebagai berikut:

IQNA: Kita berada di zaman di mana manusia merasakan kebutuhan akan kerohanian lebih dari sebelumnya. Sejauh mana Islam dapat memenuhi kebutuhan ini?

Perlu dicatat bahwa Islam sendiri memiliki banyak mazhab. Islam yang dapat menjawab masalah ini adalah ajaran yang memenuhi kriteria berikut:

1- Islam yang menghargai akal dan pikiran.

2- Islam, yang dengan sendirinya penuh cinta dan persahabatan dan menolak segala bentuk kekerasan dan kebencian.

3- Islam, yang membimbing unsur-unsur spiritual dalam pensucian jiwa untuk membawa manusia ke tingkat kesempurnaan.

4- Islam yang memiliki tauladan-tauladan nyata tentang manusia yang sempurna untuk membimbing pengikutnya agar dapat mencapai derajat tertinggi manusia.

Dalam tauladan ini, Islam hanya dapat diringkas dalam ajaran Ahlulbait (as), yang merupakan sebuah mazhab sistematis. Islam jenis ini dapat memenuhi dahaga spiritual manusia di dunia kontemporer.

IQNA: Bagaimana Islam mengartikan kebutuhan manusia akan kebahagiaan dan kegembiraan?

Kebahagiaan melekat pada dzat manusia itu sendiri, karena semua manusia melakukan yang terbaik untuk mencapai kebahagiaan. Sayangnya, kebanyakan orang tidak memahami kebahagiaan. Islam menyatakan bahwa di balik kebahagiaan relatif ini, ada kebahagiaan yang nyata dan abadi, dan untuk mencapainya, seseorang harus bergerak menuju kebahagiaan sejati, mengenal jalan untuk mencapainya, dan hambatan yang menghalangi seseorang untuk mencapainya.

IQNA: Bisakah agama ini mengurangi kecemasan mental manusia kontemporer?

Pasti, karena Islam memaparkan penjelasan yang luar biasa, pertama-tama, bahwa kehidupan manusia bukanlah di dunia. Kematian bukanlah kehancuran, melainkan proses belaka untuk sebuah kehidupan sempurna. Kedua, Islam mengajarkan manusia untuk berkomunikasi dengan Tuhan melalui ibadah, zikir, dan doa, yang akan memperkuat jiwa manusia dan mengurangi kecemasan dan tekanan mentalnya akhir-akhir ini. Ketiga, kepercayaan akan keberadaan Imam Zaman, al-Mahdi yang dijanjikan (af), selalu dan bahkan dalam keadaan yang paling sulit, memberikan harapan keselamatan umat manusia dari kesulitan hidup.

Ajaran Sistematis Ahlulbait (as) Memiliki Jawaban Terbaik untuk Dahaga Spiritual Manusia Kontemporer

IQNA - Dengan penyebaran corona di dunia, banyak orang terpaksa tinggal di rumah, yang telah menyebabkan masalah mental. Apa saran Islam untuk menjaga moral dalam situasi ini?

Virus corona telah menyebar ke seluruh dunia, dan komitmen kami untuk tinggal di rumah mungkin memiliki konsekuensi seperti masalah kesehatan mental. Dalam hal ini, Islam mengajarkan kita untuk mengisolasi diri kita sendiri dan memikirkan kembali tujuan akhir hidup kita. Sepanjang hidup kita, kita selalu peduli dengan hal-hal di luar diri kita, tetapi sekarang kita disuruh menyadari dimensi batin kita. Ajaran agama kita menekankan pada penguatan spiritualitas individu, dan peluang apa yang lebih baik untuk mengambil keuntungan dari kesempatan saat ini untuk tazkiah nafs dan memupuk spiritualitas dan untuk terlibat dalam upaya positif dan berguna.

“Dan manusia dijadikan bersifat lemah”, selama manusia perlu belajar, tidak ada ruang untuk kesombongan. Bagaimana virus kecil dapat menghancurkan dunia dan menundukkan kekuatan besar seperti Amerika Serikat? Saya melihat fenomena ini sebagai pesan yang menunjukkan bahwa kita berada di persimpangan perubahan historis dalam kehidupan manusia.

IQNA: Apa pandangan Islam tentang situasi saat ini di dunia, yang dipengaruhi oleh corona?

Menurut ayat Alquran, “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah”: Selama manusia perlu belajar, tidak ada ruang untuk kesombongan. Hanya Tuhan yang memiliki kekuatan absolut, dan bagaimana virus kecil dapat menghancurkan dunia dan membuat kekuatan besar seperti Amerika Serikat bertekuk lutut? Saya melihat fenomena ini sebagai pesan yang menunjukkan bahwa kita berada di persimpangan perubahan historis kehidupan manusia. (hry)

 

3890556

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\