IQNA

Produser Program Musabaqoh Alquran al-Kawthar:
12:38 - May 13, 2020
Berita ID: 3474216
TEHERAN (IQNA) - Masoud Asgari, dengan mengisyaratkan pada cara penyelenggaraan musabaqoh Inna Lil Muttaqiina Mafaza, mengatakan: “Setiap malam, di akhir setiap episode, presenter program dan juri musabaqoh mengungkapkan pendapat mereka dan menjelaskan masalah masing-masing qori sehingga para qori selain tahu alasan pengurangan poin mereka, juga mengetahui masalah-masalah mereka di berbagai bagian serta mencoba memperbaikinya, karenanya program ini merupakan kelas pelatihan di tingkat internasional terbaik bagi para qori.”

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Musabaqoh internasional televisi Inna Lil Muttaqiina Mafaza telah ditayangkan di cannel Al-Kawthar sejak awal bulan suci Ramadan. Musabaqoh Inna Lil Muttaqiina Mafaza, merupakan salah satu musabaqoh TV Alquran internasional yang paling penting, tahun ini mempertemukan para qori dan pecinta Alquran untuk berkompetisi satu sama lain dalam musabaqoh yang sulit dan menarik.

Masoud Asgari, produser dan direktur program, mengatakan kepada IQNA: “Untungnya, tahun ini, dengan publikasi yang sangat efektif dari group cannel Al-Kawthar, banyak peserta dari berbagai negara seperti Mesir, Afghanistan, Irak, Brasil, Jerman, Swedia, Belanda, Indonesia, Australia, Libya, Aljazair, Maroko, Pakistan, Iran, dan tempat-tempat lain telah mengumumkan kesiapan mereka untuk berpartisipasi dalam musabaqoh ini dan setelah kualifikasi, orang-orang yang memenuhi syarat akan dipilih dan berpartisipasi dalam musabaqoh.”

Dia menambahkan: Para juri dari Mesir, Irak, Suriah, Lebanon, Afghanistan dan Iran akan menilai musabaqoh ini, yang akan dilakukan dengan dua cara: komunikasi video dan menghadiri studio.

Asgari juga menjelaskan: Kehadiran sentral seorang presenter - ahli sebagai penghubung semua bagian program bersama seorang juri Iran di studio adalah poin lain yang dianggap sebagai bagian dari struktur program seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi pada tahap akhir musabaqoh, dua juri dari negara lain mereka juga akan datang ke Iran dan menghadiri studio.

Mengenai perubahan yang dibuat dalam desain dan implementasi dekorasi program, ia berkata: “Banyak perubahan yang telah dibuat dalam desain dan implementasi dekorasi sesuai dengan struktur dan grafik program dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, sehingga para audien dismping konten yang kaya, juga disertai dengan sebuah ruang visual yang hangat dan kohesif dengan grafis dari bagian produksi.”

Asgari mengatakan tentang metode eksekutif dari musabaqoh ini: Di setiap bagian, 4 peserta mentilawah ayat-ayat kalam wahyu Ilahi melalui komunikasi video, yang telah dipilih lewat undian dan diumumkan kepada mereka, serta para juri internasional Alquran, yang kesemuanya terhubung melalui komunikasi gambar dengan studio dan presenter program, akan memberikan poin pada qiraat mereka dalam empat bagian: tajwid, suara, tempat-tempat berhenti dan memulai(wakf wa ibtida’) dan nada.

Dia menambahkan: Tahap awal akan diadakan dalam empat sesi pada enam bagian, dan di setiap sesi semua juri akan berubah, dan enam orang yang mendapatkan poin terbanyak di setiap sesi akan masuk ke sesi berikutnya. Dan pada akhirnya 24 orang terbaik akan mendapatkan poin terbanyak dan maju ke babak selanjutnya, semi final dan akan saling berkompetisi satu sama lainnya.

Di akhir setiap bagian, dengan kehadiran presentar dan para juri musabaqoh menjelaskan pendapat mereka dan menerangkan masalah masing-masing qori serta menerangkannya dalam bentuk contoh, sehingga para qori disamping tahu alasan pengurangan poin mereka, juga mengetahui masalah-masalah mereka di berbagai bagian serta mencoba memperbaikinya, karenanya program ini merupakan kelas pelatihan di tingkat internasional terbaik bagi para qori.

Pada babak semi final musabaqoh Alquran Mafaza, para qori terbaik akan berkompetisi satu sama lain, dan pada akhir musabaqoh, 50 orang teratas akan melaju ke babak final, yang akan diadakan pada malam Idul Fitri, dan para juara akan menerima hadiah-hadiah yang sangat bagus.

Di penghujung, Asgari mengatakan: “Dengan upaya dan dukungan yang dilakukan oleh manajemen Jaringan Al-Kawthar dan manajemen Departemen Pendidikan, yang telah berpartisipasi berdampingan saat demi saat dengan para produsen program serta senantiasa berupaya untuk meningkatkan program dengan baik, kami berharap bahwa musabaqoh Mafaza, seperti tahun-tahun sebelumnya, akan mendapatkan perhatian dari para pecinta Alquran dan audien yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia, dan dengan melihat langkah-langkah yang diambil dan sambutan tiada tara dari para peserta akan mengokohkan posisinya sebagai musabaqoh internasional paling sukses di tingkat dunia.” (hry)

 

3897852

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\