IQNA

8:38 - August 01, 2020
Berita ID: 3474455
TEHERAN (IQNA) - Menjelang pembangunan sebuah kuil Hindu di lokasi Masjid Babri di kota Ayodhya, polisi India bersiap-siap untuk menghadapi kemungkinan bentrokan.

Russia Today melaporkan, para pejabat India telah menginstruksikan polisi untuk mengintensifkan kehadiran mereka di sekitar Masjid Babri di utara kota Ayodhya, di mana umat Hindu dijadwalkan akan memulai pembangunan pada minggu depan; Umat ​​Hindu telah mengklaim kepemilikan situs tersebut selama beberapa dekade.

Tahun lalu, Mahkamah Agung India memutuskan bahwa umat Hindu, yang percaya bahwa tempat itu adalah tempat kelahiran dewa Rama, diizinkan untuk membangun sebuah kuil menggantikan masjid Babri.

Umat Hindu mengatakan bahwa tempat ini suci bagi mereka karena itu milik mereka jauh sebelum pembangunan masjid oleh raja-raja Mughal India pada 1528 Masehi. Pengadilan India telah memutuskan bahwa umat Islam akan diberikan sebidang tanah lagi untuk membangun masjid, ganti dari masjid Babri.

Para pejabat India telah mengumumkan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi telah dipanggil untuk mengawasi pembangunan kuil pada 5 Agustus; partai Bharatiya Janata yang dipimpin Modi telah bekerja selama lebih dari tiga dekade untuk membangun sebuah kuil di lokasi Masjid Babri.

Ketegangan mereda sejak pengadilan memutuskan tahun lalu, dan sebagian besar Muslim, yang berjumlah sekitar 12 persen dari populasi India, telah menerima keputusan itu.

“Kami telah menerima keputusan untuk membangun sebuah kuil Hindu dan tidak ada alasan untuk menciptakan ketegangan,” kata Shakib Noor, seorang anggota badan keagamaan Islam di Ayodhya.

Kendati demikian, pejabat Ayodhya memerintahkan polisi untuk melakukan patroli dan membuat penghalang untuk mencegah orang banyak berkumpul dalam acara minggu depan. (hry)

 

3913805

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\