IQNA

13:50 - September 16, 2020
Berita ID: 3474599
TEHERAN (IQNA) - Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan dalam sebuah laporan bahwa serangan dan kekerasan terhadap Muslim Rohingya dan warga sipil di Myanmar, yang dimulai pada tahun 2017 oleh militer negara ini dan umat Buddha, terus berlanjut, dan beberapa dari serangan ini dapat menjadi ekstensi kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Anadolu melaporkan, Michelle Bachelet, komisaris Tinggi PBB untuk Ham dalam sebuah laporannya dengan mengisyaratkan sejumlah kekerasan terhadap Muslim Arakan dan etnis Myanmar lainnya masih terus berlanjut sebagaimana di propinsi Arakan dan Cina,  mengatakan: “Sebagian warga sipil telah hilang dalam konflik-konflik ini dan telah terjadi pelanggaran baru HAM seperti pembunuhan, pengungsian besar-besaran warga sipil, penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, kematian dalam tahanan, dan perusakan properti umum.”

Dengan mengisyaratkan bahwa sebagian warga sipil telah menjadi sasaran, dia memperingatkan terjadinya kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Ironisnya, belum ada tindakan nyata yang diambil terkait hal ini. Semua aksi-aksi nasional dalam hal ini, termasuk pengadilan militer yang tertutup dan selektif serta aktivitas Komisi Penyelidik Nasional, tidak memadai dan jauh dari standar internasional,” kata Bachelet, dengan menjelaskan bahwa Majelis Umum PBB dan Dewan Hak Asasi Manusia telah meminta para pelakunya untuk dibawa ke pengadilan.

Sebelumnya, pekan lalu, dua tentara Myanmar mengaku membunuh Muslim Arakan, mengubur mereka di kuburan massal dan memperkosa wanita. (hry)

 

3923024

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\