IQNA

9:15 - September 19, 2020
Berita ID: 3474606
TEHERAN (IQNA) - Seorang perempuan berjilbab mengadu kepada polisi Los Angeles tentang pelanggaran kebebasan beragama karena perilaku buruk polisi dan memaksanya untuk melepas jilbabnya.

Los Angeles Times melaporkan, seorang perempuan Muslim mengeluh pada hari Kamis bahwa petugas polisi Los Angeles menariknya keluar dari rapat komisi polisi kota ini dan secara paksa melepas jilbabnya, serta telah melanggar hak sipil dan agama.

Nusaibah Mubarak (26), mengatakan pada konferensi pers online bahwa dia sedang dalam sesi tanya jawab untuk menanyakan tentang penembakan mematikan polisi Los Angeles tahun lalu, tetapi tiga petugas polisi menangkapnya tanpa peringatan dan mendorongnya ke dinding; Dia diborgol, dibawa ke ruangan lain, jilbabnya dilepas dan diperlakukan dengan cara hina.

Mubarak, yang diwakili oleh pengacara dari the Council on American-Islamic Relations (CAIR) di Los Angeles, mengatakan dia tidak melihat alasan untuk penahanan dan pelepasan jilbabnya di hadapan petugas pria yang melanggar prinsip-prinsip agama Muslim.

Dia dibebaskan tanpa dakwaan, tetapi hal itu mengejutkan dan membuatnya takut.

Dia juga mengatakan bahwa perilaku ini menunjukkan bahwa polisi di kota ini melanggar kebebasan pakaian beragama dalam kasus lain dan telah menyerukan amandemen undang-undang terkait bagaimana perlakuan polisi terhadap perempuan Muslim.

“Pengalaman Mubarak menunjukkan aliran yang lebih luas di kepolisian. Perempuan berkerudung, bahkan di belakang lampu merah atau di pengadilan, telah berulang kali dilecehkan dan dipindahkan secara paksa oleh polisi,” kata salah satu pengacaranya, Lena Misri. (hry)

 

3923616

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\