IQNA

10:00 - October 24, 2020
Berita ID: 3474713
TEHERAN (IQNA) - Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan bahwa tujuan serangan pagi ini oleh pesawat tempur Israel ke Jalur Gaza adalah untuk merusak tekad dan semangat juang rakyat Palestina dalam mengejar hak-hak mereka yang sah.

Pusat informasi Palestina melaporkan, Juru bicara Hamas, Hazem Qasim mengatakan bahwa rakyat Palestina tidak akan menyerah sampai mereka meraih kebebasan dan para pengungsi kembali ke tanah air mereka.

Qasim demikian juga menekankan bahwa normalisasi hubungan antara beberapa negara Arab dan rezim Zionis telah mendorong rezim tersebut untuk melakukan lebih banyak kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Dia menyatakan bahwa pemukiman rezim Zionis di Tepi Barat berkembang dari hari ke hari, migrasi warga Palestina dari Yerusalem dan penodaan tempat-tempat suci Islam di kota ini terus berlanjut dan pengepungan Jalur Gaza terus berjalan.

Jihad Islam: Muqawamah sepenuhnya siap untuk menanggapi kejahatan musuh

Gerakan Jihad Islam Palestina menekankan bahwa muqawamah tersebut sepenuhnya siap untuk menanggapi setiap kejahatan yang dilakukan oleh musuh Zionis atau menyerang Gaza dan tidak akan pernah memberikan kesempatan kepada musuh untuk membunuh orang Palestina, dan bahwa ancaman rezim tidak akan pernah menghentikan muqawamah untuk melanjutkan perjuangannya.

Menurut Pusat Informasi Palestina, Ahmed al-Mudallil, anggota Kantor Hubungan Nasional Jihad Islam, mengatakan kepada Radio Quds bahwa muqawamah akan memberlakukan persamaan, pembunuhan terhadap pembunuhan, serangan terhadap serangan dan darah melawan darah terhadap musuh Zionis.

Hamas: Tujuan Penyerangan ke Gaza Adalah Melemahkan Semangat Para Pejuang Palestina

Al-Mudallil menyatakan bahwa rezim Zionis telah menjalankan kebijakan pembunuhan bertahap tahanan Palestina di depan mata dunia.

Dia mengatakan bahwa diplomasi Palestina harus segera mengambil langkah untuk mengungkap wajah sebenarnya dari musuh Zionis yang menduduki di majelis-majelis internasional.

Pemimpin Jihad Islam menyatakan bahwa keputusan pengadilan rezim Zionis mengenai pelepasan diri seorang tentara Israel yang telah membunuh Iyad al-Halaq, seorang warga Palestina penyandang disabilitas yang tinggal di Yerusalem, tak uabhnya lampu hijau untuk mengintensifkan agresi dan kejahatan terhadap warga Palestina.

Ahmed al-Mudallil meminta hak asasi manusia dan organisasi internasional untuk mempertanyakan dan menuntut para penjahat Zionis, terutama karena syahid al-Halaq adalah seorang penyandang cacat dan tidak menimbulkan bahaya bagi militer Israel.

Al-Mudallil juga menekankan perlunya melanjutkan perjuangan dan melaksanakan resolusi pertemuan para pemimpin kelompok Palestina di Beirut dan Ramallah, terutama aktivasi berbagai metode perlawanan.

Dia juga meminta Otoritas Palestina untuk menghentikan kerja sama keamanan dengan musuh Zionis, mengizinkan demonstrasi besar-besaran di Tepi Barat, dan membuka tangan muqawamah untuk menanggapi kejahatan penjajah.

Perlu dicatat bahwa jet tempur Israel telah membom sasaran di selatan dan bagian tengah Jalur Gaza untuk kesekian kalinya pada Jumat pagi kemarin. Serangan ini tidak menimbulkan korban tetapi menimbulkan banyak kerusakan material.

Muqawamah Palestina juga menembakkan dua rudal ke wilayah pendudukan, salah satunya, menurut sumber Zionis, dicegat dan dihancurkan oleh sistem Kubah Besi, dan yang lainnya menghantam area terbuka dekat Ashdod. (hry)

 

3930857

Kunci-kunci: Hamas ، Penyerangan ، Gaza ، Pejuang Palestina
Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\