IQNA

8:34 - March 16, 2021
Berita ID: 3475146
TEHERAN (IQNA) – Hari-hari adalah hari-hari pertama bulan Sya'ban; bulan dimana berpuasa, meminta ampunan dan berzikir sangat dianjurkan.

IQNA melaporkan, bulan Sya'ban, bulan yang dinisbahkan kepada Rasulullah (saw). Dalam keutamaan bulan ini, sudah cukup dengan adanya hari-hari besar dari kelahiran Imam Husein (AS), Abul Fadzl al-Abbas(as), Imam Sajjad (as) dan Imam Mahdi (af) di dalamnya.

Dalam keutamaan bulan berkah ini dan amalan-amalan sunnah yang pelaksanaannya pada bulan ini memiliki pahala yang sangat berlimpah, banyak hadis telah disebutkan, termasuk kutipan dari Imam Shadiq (as) yang mengatakan: “Barangsiapa berpuasa di hari pertama bulan Sya’ban, maka wajib baginya surga; Dan siapa yang berpuasa selama dua hari (dari bulan Sya'ban), Allah swt memandangnya setiap hari dan setiap malam di alam dunia, dan pandangan Allah kepadanya berlanjut  sampai surga, dan siapa pun yang berpuasa selama tiga hari setiap harinya akan menziarahi surga Allah di Arsy-Nya.” (Al-Muraqabat, hal. 177, Mafatihul Jinan; Bab 2, amalan-amalan bulan Sya’ban)

Rasulullah (saw) juga bersabda: “Barangsiapa berpuasa pada tiga hari pertama bulan Sya'ban dan bangun di malam hari dan salat dua rakaat, dimana membaca hamdalan dan Qul Huwallahu Ahad sebelas kali dalam setiap rakaat, Allah swt akan menghilangkan keburukan penduduk langit dan bumi, dan kejahatan iblis dan setiap penguasaan para tirani, dan Allah akan mengampuni banyak dosanya.”

Istighfar pada Bulan Sya’ban

Selain puasa, istighfar juga sangat dianjurkan di bulan Sya'ban, dan dikatakan bahwa siapa pun yang meminta ampun tujuh puluh kali setiap hari dalam bulan ini seolah-olah telah meminta ampunan tujuh puluh ribu kali di bulan-bulan lainnya, jadi mengatakan 70 kali setiap hari as aluhu at-Taubah.

Bersedekah

Diceritakan: Aku berkata kepada Imam Shadiq (as): “Wahai putra Rasulullah! Apa amalan terbaik di bulan ini? Dia berkata: Memberi sedekah dan beristighfar. Siapapun yang memberi sedekah di bulan Sya'ban, Allah swt memelihara sedekahnya seperti kamu memelihara burung unta dan itu akan sampai ke pemiliknya pada Hari Kiamat, sementara itu telah tumbuh sebesar Gunung Uhud!” Dalam riwayat lain dari Imam Ridha (as) disebutkan bahwa sedekah di bulan ini adalah penyebab keselamatan dari api neraka.

Salat di bulan Sya'ban

Salat di bulan Sya'ban memiliki banyak keutamaan. Siapa saja yang salat dua rakaat setiap Kamis di bulan Sya'ban, membaca Surah at-Tauhid seratus kali dalam setiap rakaat setelah surah Hamdalah, dan bershalawat seratus kali setelah salam, Allah telah memenuhi setiap kebutuhan-kebutuhan agama dan duniawi. Dan barang siapa yang berpuasa hari itu, Allah akan mengharamkan jasadnya dari api neraka.

Membaca munajat Sya'baniyah

Amirul Mukminin Ali (as) dan anak-anaknya melafalkan doa-doa ini di bulan Sya'ban, dan semua Imam juga merutinitaskannya.

Shalawat Sya'baniyah

Salah satu amalan umum di bulan Sya'ban adalah membaca shalawat Sya’baniyah yang diriwayatkan dari Imam Sajjad (as) setiap hari pada siang dan tengah malam.

Mendekatkan diri kepada Nabi (saw) dan berzikir adalah amalan lain yang dianjurkan pada bulan ini. Di antara zikir yang dianjurkan di bulan ini adalah zikir dengan mengucapkan seribu kali: “La Ilaha Illallah, wa La Na’budu illa Iyyahu, Mukhlishina lahud Din, walau Kariha al-Musyrikun,” Tidak ada tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali Dia, sementara kami memurnikan ketaatan kepada-Nya, meskipun kaum musyrik tidak menyukainya.

Hari raya khusus bulan ini, termasuk pertengahan bulan Sya'ban, juga memiliki amalan mustahab tersendiri, yang untuk telaah lebih lanjut, Anda dapat merujuk ke kitab Mafatihul Jinan. (hry)

 

3959725

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\