IQNA

19:16 - April 18, 2021
Berita ID: 3475243
TEHERAN (IQNA) - Menurut tradisi lama, umat Islam di Banten, Indonesia, melakukan tadarus Alquran di masjid setiap malam dari buka puasa hingga sahur.

Arab News melaporkan, umat ​​Muslim di seluruh dunia merayakan Ramadan dengan membaca Alquran sebanyak mungkin.

Tetapi di provinsi Banten, Indonesia, jamaah salat dengan mengikuti tradisi lama tadarus Alquran tanpa berhenti dari akhir salat tarawih hingga sahur, melakukan tradisi ini dengan cara yang berbeda.

Ritual ini, yang dikenal sebagai Mamikran, ditemukan di banyak bagian provinsi paling barat pulau Jawa.

Kebiasaan tersebut diyakini berasal dari abad ke-16 dari Serang, dan kota pelabuhan yang dulunya merupakan tempat tinggal kerajaan Banten.

Di zaman dahulu, masyarakat mengukur waktu yang tersisa untuk sahur dengan menggunakan suara tilawah Alquran dari masjid.

Abbas dan anggota keluarga besarnya bertanggung jawab atas dua hektar tanah warisan masjid abad ke-16 dan dewan direksi masjid untuk kaum muda yang ingin berpartisipasi dalam ritual Mamikran.

Tidak jelas kapan tradisi ini dimulai, tetapi Ahmad Faisal Abbas, yang menjalankan urusan sehari-hari Masjid Agung Banten, mengatakan Mamikran itu dilakukan dalam pelbagai generasi.

Masjid-masjid di daerah tersebut memilih delapan hingga 16 orang untuk secara bergiliran bertadarus pada malam hari, dan acara tersebut memberikan kesempatan bagi kaum muda untuk mendemonstrasikan kemahiran dan penguasaan prinsip-prinsip qiraat Alquran mereka.

Hakim (47) berkata: “Setahu saya, tradisi ini sudah ada sejak kecil. Tradisi ini mendorong mereka yang mengikuti Mamikran untuk menyelesaikan tadarusan selama bulan suci, dan sebagian orang lainnya dapat mengaji secara lengkap tiga atau empat kali selama bulan Ramadan.” (hry)

 

3965197

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\