IQNA

12:06 - July 03, 2021
Berita ID: 3475487
TEHERAN (IQNA) - Sinan, arsitek terkenal, merancang masjid Suleymaniye yang megah untuk salah satu sultan Ottoman. Meskipun struktur ini tampak lebih sederhana daripada Hagia Sophia, namun juga memiliki kesamaan dan alasannya adalah arsitek mereka sama.

IQNA melaporkan, Masjid Suleymaniye dibangun atas perintah Sultan Sulaiman al-Qanuni (Sulaiman Agung), raja Ottoman kesepuluh, oleh arsitek Sinan dan diresmikan pada tanggal 15 Oktober 1557. Masjid ini dan bangunan sampingnya telah mempertahankan kemegahannya selama berabad-abad, dan Masjid Suleymaniye dianggap sebagai salah satu simbol kota bersejarah Istanbul.

Banyak yang percaya bahwa masjid ini adalah monumen bersejarah terpenting dari Kekaisaran Ottoman. Pembangunan Masjid Suleymaniye dan sekolah serta perpustakaan di sekitarnya dimulai pada tahun 1550 dan selesai tujuh tahun kemudian.

Menurut riwayat Ibrahim Pacevi, seorang sejarawan periode Ottoman, sekitar 3.200 kilogram emas dihabiskan untuk pembangunan masjid ini dan bangunan tambahannya, dan 3.523 pekerja terlibat dalam pembangunannya.

Pembangunan Masjid dan kompleks Suleymaniye di Istanbul selesai setelah tujuh tahun, dan masjid diresmikan pada tanggal 15 Oktober 1557, di hadapan Sultan Sulaiman Agung dan pejabat pemerintah saat itu, dengan kunci yang diberikan oleh Sultan Suleiman kepada arsitek Sinan.

Perpustakaan Suleymaniye merupakan salah satu perpustakaan terkaya di dunia dari segi kuantitas dan kualitas. Perpustakaan ini terletak di kompleks komprehensif indah Suleymaniye di Istanbul. Kompleks ini dibangun sekitar tahun 940 H pada masa pemerintahan Sultan Sulaiman Agung, Sultan Ottoman, di sebuah bukit yang menghadap ke laut.

Menurut perkiraan awal, ada sekitar 90.000 - 120.000 manuskrip di perpustakaan Suleymaniye dan koleksi terkait, di antaranya sekitar 60.000 hingga 70.000 dalam bahasa Arab, 25.000 hingga 30.000 dalam bahasa Turki Utsmaniyah, dan 12.000 hingga 15.000  dalam bahasa Persia dan beberapa bahasa lainnya. Suleymaniye, Atef Effendi, Noureddin Agha, Noor Osmaniyeh, Baghdali, Wahbi Effendi, Ayub Sultan Jamei dan Parto Pasha adalah nama-nama dari beberapa koleksi tersebut.

Ada elemen dekoratif lain yang umum untuk sebagian besar masjid. Misalnya, prasasti kaligrafi Alquran yang sering mencantumkan tanggal wakaf dan nama wakaf. Juga di beberapa dari mereka Anda dapat melihat karpet dan kilim dari pelbagai periode sejarah seperti periode Seljuk dan Ottoman.

Masjid ini juga memiliki museum yang menyimpan barang-barang seperti porselen dan peralatan logam, perlengkapan kaligrafi, kursi kayu, sarung tangan, dan batu bata mandi.

Di antara berbagai bagian museum ini, ada bagian yang disebut "Museum Islam" di mana benda-benda yang berhubungan dengan para nabi agama-agama ilahi dan Khulafaur Rasyidin disimpan. Di bagian berjudul "Peninggalan Suci" ada barang-barang yang dikaitkan dengan Nabi Suci Islam (saw). Misalnya, barang-barang pribadi seperti sorban, pakaian dan sepatu yang dikaitkan dengan beliau itu ditampilkan di bagian ini. Salinan Alquran yang berkaitan dengan kehidupan Nabi (saw) dan pakaian yang dikaitkan dengan Sayyidah az-Zahra (as) dan Ahlulbait (as) juga di antara ratusan karya sejarah yang berharga dari museum ini. (hry)

 

3979566

Nama:
Email:
* Komentar Anda:
* captcha:
\