
Menurut Iqna, salah satu kegiatan yang dilakukan di sela-sela musabaqoh Alquran Internasional Republik Islam Iran ke-39 adalah pendirian stan bimbingan spesialis hafalan dan qiraat Alquran, tes presenter musabaqoh dan majelis-majelis Alquran, penyuluhan wakaf Alquran, menjawab pertanyaan syar’i perempuan, menjawab pertanyaan bimbingan keagamaan dan Alquran, konsultasi keluarga dan komunitas khusus tamu istimewa.
Di antara stan-stan lainnya, adalah stan anak-anak yang didirikan di sela-sela musabaqoh untuk menjamu anak-anak di bawah umur dan remaja, putra dan putri.
Hujjatul Islam Javad Rabiei, direktur Institut Alquran - Budaya Intizar Noor di Teheran dan Qom (dikenal sebagai Amo Bahari) mengatakan: "Selama musabaqoh, kami memiliki kesempatan untuk melayani keluarga dan dengan kehadiran anak-anak di tempat shalat, kami dapat mengajarkan konsep-konsep Alquran dalam bentuk penampilan boneka".
“Selain itu, anak-anak di bawah umur dan remaja mengenal seni kreativitas dan pembuatan bentuk dengan balon, seni kertas dan gunting (origami) dan di bagian lain mereka dapat belajar dari konsep-konsep yang diungkapkan dalam ayat-ayat tersebut, menggambar atau ikut serta dalam musabaqoh menghafal surah secara tatap muka dan lain-lain,” lanjutnya.
Perlu dicatat bahwa upacara pembukaan babak final musabaqoh Alquran Internasional Republik Islam Iran ke-39 diadakan pada tanggal 18 Februari bersamaan dengan hari Mab’ats Nabi Muhammad saw di aula pertemuan. (HRY)