IQNA

Kerugian Permanen Manusia

15:56 - March 09, 2023
Berita ID: 3478109
TEHERAN (IQNA) - Manusia disebutkan sebagai ciptaan Allah yang terbaik, tetapi keunggulan ini tidak membuatnya aman, dan menurut Alquran, manusia selalu diambang kerugian. Sebuah kerugian yang bisa dihindari jika kita kembali ke sifat murni batin kita.

Alquran terkadang menggunakan ungkapan kerugian manusia di antara ayat-ayatnya; yakni kehilangan diri sendiri. Seseorang bisa hidup di dunia ini, memiliki banyak hal, tetapi kehilangan dirinya sendiri; sebagaimana dinyatakan dalam surah Az-Zumar ayat 15:

فَاعْبُدُوا مَا شِئْتُمْ مِنْ دُونِهِ قُلْ إِنَّ الْخَاسِرِينَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ وَأَهْلِيهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Maka sembahlah olehmu (hai orang-orang musyrik) apa yang kamu kehendaki selain Dia. Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat". Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.”

Kata "Khusrun" dalam kamus berarti menemukan cacat pada modal utama manusia. Menurut Allamah Thabathabai, kata "Khusrun" dan "Khusranun" keduanya berarti kehilangan modal, dan "Khusran Nafs" berarti seseorang memaparkan dirinya pada kehancuran, sehingga kemampuan untuk mencapai kesempurnaan hilang dan kebahagiaan akan jauh darinya. Kerugian yang sebenarnya adalah ini, karena kerugian di hari kiamat tidak ada habisnya dan abadi.

Ayat ini dapat menunjukkan pengaruh “iman” dalam meningkatkan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri; dapat dikatakan bahwa seseorang yang menjalin hubungannya dengan Tuhan telah menanam benih di dalam dirinya yang perlahan-lahan tumbuh dan melihat efeknya dalam keberadaannya, dan efek ini tidak memiliki alasan selain fakta bahwa manusia memiliki hubungan alami dengan Tuhan dan akhirnya menuju Tuhan.

Meskipun menurut ahli tafsir ayat ini berhubungan dengan orang kafir, namun jelas bahwa semua manusia diambang kerugian, seperti yang kita baca dalam surah Al-Ashr, “Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi”.

Cara-cara untuk keluar dari jangkauan kerugian juga dinyatakan dengan jelas dalam surah ini. Iman (hubungan dengan Tuhan) adalah cara utama untuk melepaskan diri dari kerugian ini dan mendapatkan diri Anda sendiri; sebuah iman dimana dalam naunganya manusia menemukan kekuatan, melihat dunia dan semesta sebagaimana adanya sebagai tanda Allah:

وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

 "Serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. " (Al-Baqarah: 151)

captcha