IQNA

Dengan Peziarah Arbain;

Dari Partisipasi Wilayah Kurdistan dalam Pergerakan Peziarah hingga Perintah Arbain dari Perdana Menteri Irak

17:52 - September 01, 2023
Berita ID: 3478860
KARBALA (IQNA) - Untuk pertama kalinya, wilayah Kurdistan Irak berpartisipasi dalam program pemerintah negara ini untuk mengangkut peziarah Arbain Huseini dengan 100 bus modern.

Menurut Iqna, sumber di Kantor Perdana Menteri Irak mengumumkan pada hari Kamis bahwa Wilayah Kurdistan Irak akan berpartisipasi dalam program pemerintah untuk mengangkut peziarah Arbain Huseini untuk pertama kalinya dengan 100 bus modern.

Sumber ini mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa kantor Perdana Menteri Irak mengusulkan kepada Pemerintah Daerah Kurdistan Irak untuk berpartisipasi dalam program transportasi peziarah Arbain, dan usulan ini disambut baik oleh Presiden Daerah Nechirvan Idris Barzani.

Sumber tersebut menyatakan bahwa program transportasi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan pelaksanaan perintah Perdana Menteri Irak yang menyewa sekitar 1.200 bus dan 200 minibus untuk menambah lebih dari dua ribu bus dan kendaraan pemerintah, serta pergerakan 23 kereta.

Perintah Perdana Menteri Irak Arbaini

Perdana Menteri Irak, saat mengupayakan pelaksanaan program khusus ritual ziarah Arbain Huseini, mengeluarkan perintah terkait hal ini.

Menurut pernyataan Kantor Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia' Sabbar al-Sudani, Perdana Menteri dan Panglima Angkatan Bersenjata Irak, mengadakan pertemuan virtual dengan gubernur Basra, Wasit, Babol, Najaf Asyraf dan Karbala serta komandan operasi dan polisi provinsi pada hari Kamis di markas Komando Operasi Gabungan.

Dalam pertemuan ini, al-Sudani membahas langkah-langkah yang diambil untuk menjamin keamanan peziarah dari berbagai wilayah Irak ke Karbala dan fasilitas yang disediakan di penyeberangan perbatasan serta dukungan yang diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi peziarah dan maukib-maukib Huseini di rute acara ini.

Dia juga memantau penempatan pasukan keamanan di berbagai wilayah keamanan melalui kamera pengintai dan mengetahui kebutuhan mereka.

Perdana Menteri Irak, dalam melanjutkan dan menyelesaikan tindakan yang diambil oleh lembaga keamanan dan pelayanan, mengeluarkan perintah wajib berikut ini:

  1. Mengkaji program keamanan dan pelayanan serta melaksanakannya di lapangan untuk memastikan pelaksanaannya sesuai program.
  2. Sejumlah provinsi dimana tempat ziarah Arbain telah berakhir (misalnya Basra) harus menggunakan sumber dayanya untuk memperkuat fasilitas Karbala.
  3. Provinsi yang memiliki perlintasan perbatasan harus memprioritaskan penguatan dan penataan perbatasan tersebut, penyediaan kendaraan dan jalan raya, serta perlindungan peziarah.
  4. Alur keluar masuk peziarah harus terjamin.
  5. Kegubernuran dan komandan keamanan harus memperhatikan keselamatan peziarah dan mengerahkan seluruh pasukan lalu lintas untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas.
  6. Komando operasi Bagdad harus mengerahkan upaya keamanan dan pelayanannya, karena besok dan lusa kita akan menyaksikan peningkatan jumlah peziarah, dan puncaknya adalah dari 15 -19 Safar.

​7. Komando operasi Anbar harus terus menguasai gurun dan perbatasan provinsi Karbala serta melanjutkan kegiatan preventifnya di seluruh penjuru wilayah ini.

  1. Komando operasi Bagdad dan Samarra serta departemen lokalnya harus merumuskan program independen dan meninjau ulang mengenai jumlah peziarah yang akan pergi ke sana (Kazimain dan Samarra) setelah perjalanan Arbain berakhir.
  2. Semua otoritas terkait di perbatasan dan bandara harus mengatur tindakan-tindakan tersebut.
  3. Organisasi keamanan dan intelijen harus menyiagakan keamanan tinggi, karena terorisme dan kelompok menyimpang sedang menunggu situasi seperti itu.

Kunjungan Menteri Dalam Negeri Irak ke Karbala

Menteri Dalam Negeri Irak memasuki provinsi Karbala untuk memantau dan menindaklanjuti proses program ziarah Arbain.

Dalam pernyataan kementerian tersebut disebutkan: Abdul Amir Al-Shammari, Menteri Dalam Negeri Irak dan ketua Komite Keamanan Tinggi Ziarah Arbain, tiba di provinsi Karbala pada hari Kamis.

Pernyataan ini menambahkan, kunjungan ini dilakukan untuk memantau dan menindaklanjuti kemajuan program Ziarah Arbain Huseini.

Statistik kedatangan peziarah Arbain ke Irak terkini

Kementerian Dalam Negeri Irak mengumumkan jumlah peziarah yang memasuki negara itu untuk mengikuti ritual Arbain Huseini dari semua penyeberangan perbatasan hingga akhir Rabu.

Kementerian Dalam Negeri mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis: Komite Tertinggi Keamanan Ziarah Arbain akan melanjutkan aktivitasnya dengan mengerahkan unit keamanan di semua area dan jalan yang dilalui peziarah ke Karbala.

Dinyatakan dalam pernyataan tersebut bahwa instansi terkait mengambil langkah-langkah untuk memfasilitasi proses masuknya peziarah dari seluruh perbatasan negara, yaitu Al-Munziriya, Zarbatiya, Al-Sheib, Shalamcheh, Safwan, Mendali, Kirkuk, Al-Qaim , Bandara Bagdad, Bandara Najaf dan Bandara Basra.

Pernyataan ini menambahkan, jumlah peziarah yang masuk ke Irak sejak awal ritual Arbain hingga akhir Rabu mencapai 2.329. 400 orang.

Berdasarkan pernyataan tersebut, peziarah terus mengunjungi Irak untuk melakukan ritual Arbain Huseini. (HRY)

 

4166214

captcha