IQNA

Hamas: Pembunuhan 3 Tentara Pesan ke AS “Stop Pembantaian di Gaza”

11:17 - January 29, 2024
Berita ID: 3479556
IQNA - Pemimpin gerakan Hamas, Dr. Sami Abu Zuhri, dalam pernyataan pers pada hari Minggu, mengatakan bahwa pembunuhan tiga tentara Amerika adalah pesan kepada pemerintah Amerika bahwa jika pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di Gaza tidak berhenti, maka mereka harus menghadapi seluruh umat.
Iqna melaporkan, Abu Zuhri menegaskan, kelanjutan agresi Amerika-Zionis terhadap Gaza mampu meledakkan seluruh situasi di kawasan.
 
“Kami memperingatkan pemerintah Amerika terhadap perluasan konflik di Timur Tengah sebagai akibat dari agresi terhadap Gaza,” katanya pada Hari Minggu.
 
Ia menekankan bahwa umat ini akan melanjutkan perannya untuk melindungi darah warga Palestina, dan apa yang terjadi di Gaza adalah aib bagi dunia.
 
Abu Zuhri melanjutkan pidatonya dengan mengatakan: Hanya 5 truk komersial yang masuk ke Jalur Gaza hari ini, dan tidak ada truk bantuan yang masuk hari ini.
 
“Kami akan menghadapi pendudukan dan melindungi rakyat kami,” tambahnya.
 
 
Dia mengakhiri pidatonya dengan mengatakan: “Kami tidak akan menerima penyerahan hak kami atas tanah dan kesucian kami.”
 
Tiga tentara Amerika tewas dan sekitar 35 lainnya terluka, pada Minggu malam, dalam serangan terhadap posisi pasukan AS di perbatasan Yordania dan Suriah.
 
Presiden AS Joe Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah insiden tersebut bahwa serangan itu adalah serangan yang menargetkan pasukan Amerika yang ditempatkan di timur laut Yordania, dan serangan itu dilakukan oleh kelompok dukungan Iran yang beroperasi di Irak dan Suriah.
 
Pembantaian Zionis Terus Berlanjut
 
Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa pendudukan Israel melakukan 19 pembantaian terhadap keluarga di Jalur Gaza, menyebabkan 165 korban jiwa dan 290 luka-luka selama 24 jam terakhir.
 
Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari ke-114 agresi tersebut: Sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalan, dan pasukan pendudukan menghalangi ambulans dan kru pertahanan sipil untuk menjangkau mereka.
 
Laporan tersebut menegaskan bahwa jumlah korban agresi Israel telah meningkat menjadi 26.422 orang yang mati syahid dan 65.087 orang terluka sejak tanggal 7 Oktober lalu. (HRY)
 
Sumber: arrahmahnews.com
captcha