IQNA

Peneliti Asal Indonesia: Menghina Alquran Mengancam Kohesi Sosial

13:05 - December 29, 2025
Berita ID: 3483201
IQNA - Peneliti Indonesia Muhammad Anton Athoillah menekankan bahwa penistaan Alquran bukan hanya penghinaan terhadap umat Islam; tetapi juga tantangan dan ancaman terhadap nilai-nilai koeksistensi secara damai, kebebasan beragama, dan solidaritas sosial.

Menurut Iqna mengutip Arabi 21, cendekiawan dan peneliti studi Islam Indonesia, Muhammad Anton Athoillah, mengatakan bahwa insiden-insiden ini (penistaan Alquran) bukan hanya penghinaan terhadap umat Islam, tetapi juga tantangan terhadap nilai-nilai hidup berdampingan secara damai, kebebasan beragama, dan solidaritas sosial.

“Terulangnya insiden penistaan Alquran baru-baru ini, dengan dua insiden dalam satu minggu, telah menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan masyarakat Islam dan para cendekiawan Muslim,” imbuhnya.

Peneliti asal Indonesia ini mengingatkan bahwa serangan terbaru semacam itu terjadi di ibu kota Swedia, di mana sebuah salinan Alquran dengan enam lubang peluru di dalamnya dirantai ke pagar tangga sebuah masjid di Stockholm.

Dia berkata: “Dalam insiden serupa di Amerika Serikat, seorang kandidat Partai Republik untuk Senat Amerika Serikat mencoba membakar Alquran selama demonstrasi anti-Islam di Dearborn, Michigan, pusat komunitas Muslim Amerika”.

“Tindakan-tindakan ini tidak boleh dilihat sebagai tindakan terisolasi atau spontan, karena mengancam kohesi sosial,” tegas peneliti studi Islam Indonesia.

Perlu diketahui bahwa Jake Lang, seorang kandidat Senat dari Partai Republik dari Florida, baru-baru ini meletakkan Alquran di mulut seekor babi selama protes anti-Islam di Plano, Collin County, Texas.

Dengan tindakan anti-Islam ini, Jake Lang melakukan tindakan provokatif yang membuat marah umat Muslim, aktivis hak asasi manusia, dan pengamat internasional, serta menyebabkan kejutan luas di tingkat domestik dan internasional.

Selain itu, selama serangan rasis oleh ekstremis Islamofobia terhadap sebuah masjid di Stockholm, ibu kota Swedia, sebuah salinan Alquran dinodai dengan dirantai di lorong tempat ibadah tersebut. (HRY)

 

4325387

Kunci-kunci: Peneliti ، indonesia ، menghina ، Alquran  ، Mengancam ، Sosial
captcha